Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bukan 400 Siswa, Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Insiden MBG di Bogor

28 Rabu, 28 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Bukan 400 Siswa, Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Insiden MBG di Bogor Bukan 400 Siswa, Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Insiden MBG di Bogor Doc: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ket. Sejumlah siswa mengambil lauk pauk secara prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (8/10).

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf serta memimpin investigasi atas kasus gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/10) terus berjalan

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan tim BGN Pusat bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, serta tim asistensi telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi dan memantau perkembangan kondisi para siswa.

"Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini, tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi," ujar Tysa di Jakarta, Rabu (28/10).

Terkait informasi yang beredar di publik mengenai lebih dari 400 siswa terdampak gangguan kesehatan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG), Tysa menjelaskan bahwa angka tersebut tidak berdasarkan fakta di lapangan.

Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 40 siswa sempat memerlukan observasi di Puskesmas Cangkurawok, Rumah Sakit Medika Dramaga, dan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi.

Jumlah siswa yang masih menjalani observasi kemudian terus berkurang seiring perkembangan hasil pemantauan, sedangkan berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.42 WIB, sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dan Rumah Sakit Medika Dramaga.

"Perlu kami luruskan, informasi yang beredar di luar menyebutkan ada 400 orang yang terdampak, tetapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari ini," kata Tysa.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat sesuai perkembangan data di lapangan, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian. BGN tetap memprioritaskan penanganan siswa yang mengalami keluhan kesehatan serta melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya.

Dari hasil penelusuran awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian karena sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium.

"Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail," ucap Tysa.

Ia juga menambahkan, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4 untuk mendukung proses investigasi dan evaluasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BEI Gelar RUPSLB 2026, Peme...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.