Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Lantik 368 Pejabat Fungsional DKI, 282 di Antaranya Guru

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Lantik 368 Pejabat Fungsional DKI, 282 di Antaranya Guru Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melantik dan mengambil sumpah atau janji 368 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Rabu (14/10). Pelantikan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta tersebut mencakup 16 jenis jabatan fungsional dari 13 perangkat daerah.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melantik dan mengambil sumpah atau janji 368 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Rabu (14/10). Pelantikan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta tersebut mencakup 16 jenis jabatan fungsional dari 13 perangkat daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 282 orang merupakan tenaga pendidik atau guru. Pramono menegaskan, guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada para guru, terutama guru fungsional yang baru dilantik hari ini. Karena Jakarta yang selama ini tidak pernah menjadi kota pelajar nomor satu, sekarang Jakarta menjadi kota pelajar nomor satu di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menurut Pramono, pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk membantu keluarga kurang mampu memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi. Karena itu, ia meminta para guru tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga ikut memastikan sekolah menjadi lingkungan yang aman bagi seluruh peserta didik.

Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan kekerasan, perundungan, hingga pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang mendukung perkembangan siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.

Pemprov DKI Jakarta juga terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Program tersebut meliputi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Sekolah Rakyat, serta persiapan Beasiswa LPDP Jakarta.

Dari sisi infrastruktur, Pemprov DKI menargetkan rehabilitasi 19 gedung sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Hingga pelantikan tersebut berlangsung, 18 gedung telah selesai dibangun, sedangkan satu gedung lainnya masih dalam pengerjaan.

Pramono berharap peningkatan fasilitas sekolah dapat berjalan seiring dengan penguatan kualitas tenaga pendidik. Dengan dukungan sarana yang memadai dan guru yang profesional, proses pembelajaran diharapkan semakin baik serta mampu menjangkau kebutuhan peserta didik secara lebih merata.

Selain menyoroti sektor pendidikan, Pramono mengingatkan para pejabat fungsional yang baru dilantik agar menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas. Ia meminta setiap pejabat memahami bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai aturan dan kepentingan masyarakat.

"Jabatan itu amanah dan sekaligus ujian. Kesempatan ini gunakanlah sebaik-baiknya. Saya berharap jabatan yang disandang bisa memberikan manfaat bagi orang banyak dan organisasi," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengapresiasi capaian Pusat Penilaian Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta yang memperoleh nilai akreditasi 95,06 dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara instansi yang mengikuti penilaian Batch II.

Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama, pengelolaan organisasi yang teratur, serta kontribusi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam memperkuat birokrasi. Ia berharap hasil penilaian itu menjadi motivasi bagi para pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga akuntabilitas dalam melaksanakan tugas.

"Ini tidak mungkin kita dapatkan tanpa kerja keras, kebersamaan, manajemen yang lebih teratur, dan kontribusi seluruh ASN," tuturnya.

Pramono menambahkan, peningkatan kompetensi aparatur diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia di Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta telah mencapai 85,05 dan berada pada posisi tertinggi secara nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...

Janice Tjen Melaju ke Babak 16 Besar Wuhan Open 2026

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.