Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manfaat Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dirasakan Rumah Tangga

3 Rabu, 14 Okt 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dirasakan Rumah Tangga Manfaat Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dirasakan Rumah Tangga Doc: antara
Ket. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi harus paralel dengan terciptanya lapangan kerja berkualitas

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi harus paralel dengan terciptanya lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas, serta perbaikan pendapatan masyarakat. Tanpa penguatan kompetensi tenaga kerja dan pemerataan manfaat investasi, pertumbuhan ekonomi berisiko belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC) Arsjad Rasjid mengatakan, pertumbuhan dan investasi harus memberi dampak sosial nyata, tidak sekadar tercermin dalam angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya modal yang masuk ke Indonesia.

“Pertumbuhan dan investasi harus memperkuat dunia usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Melalui Indonesia Economic Summit (IES) 2027, kami ingin mendorong langkah bersama agar manfaat pertumbuhan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Arsjad dalam peluncuran IES 2027 di Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut dia, perbaikan kesejahteraan masyarakat perlu menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ekonomi, termasuk melalui perluasan kesempatan kerja, perkembangan usaha, dan peningkatan produktivitas.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada September 2026 menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,2 persen, dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,7 persen pada Juni 2026.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi jelasnya perlu diimbangi dengan perbaikan kualitas pekerjaan dan pendapatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM, dan Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta Rommy Heryanto mengatakan, salah satu tantangan utama Indonesia adalah kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Kesenjangan tersebut berpotensi membuat investasi yang masuk belum sepenuhnya menghasilkan pekerjaan berkualitas dengan penghasilan yang lebih baik.

Keberhasilan investasi kata Rommy tidak cukup diukur dari besarnya modal yang ditanamkan atau jumlah lapangan kerja yang tercipta. Investasi juga perlu dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap produktivitas, pengembangan keterampilan, dan kesejahteraan pekerja.

Sebab itu, revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Dalam pendidikan vokasi, dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) perlu dilibatkan secara langsung dalam penyusunan kurikulum, penyelenggaraan pemagangan, serta sertifikasi kompetensi bagi siswa, mahasiswa, lulusan, guru, dan dosen.

Penguatan pelatihan vokasi di perusahaan juga diperlukan melalui penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penyediaan pelatih tempat kerja bersertifikat, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan sertifikasi.

Perubahan teknologi dan otomatisasi tambah Rommy menuntut pekerja terus meningkatkan kompetensinya. Tanpa peningkatan keterampilan secara berkelanjutan, pekerja berisiko tertinggal dari kebutuhan industri, sedangkan perusahaan kesulitan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Selain kompetensi, hubungan antara produktivitas dan pengupahan juga perlu mendapat perhatian. Peningkatan keterampilan diharapkan mendorong penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan, sekaligus membuka peluang perbaikan pendapatan dan jenjang karier pekerja.

Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menjawab kebutuhan investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kualitas Investasi dan Pekerjaan Formal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Pencatutan Nama Pejabat Jad...
Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.