Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tak Percaya Tiongkok dan Russia Pasok Senjata ke Iran

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Tak Percaya Tiongkok dan Russia Pasok Senjata ke Iran Doc: AFP/Kent NISHIMURA
Ket. Presiden AS Donald Trump berbicara dalam sebuah rapat umum kampanye di Covelli Centre di Youngstown, Ohio, Senin (12/10).

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak percaya Tiongkok dan Russia membantu Iran dalam konflik dengan AS dan Israel. Menurut dia, kedua negara itu akan menghadapi risiko kerugian besar jika terbukti terlibat.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin (12/10), Trump mengatakan, jika bantuan tersebut memang ada, skalanya kemungkinan sangat terbatas.

“Tetapi, saya sama sekali tidak percaya mereka melakukannya. Terlalu banyak hal yang akan mereka pertaruhkan dan kami pasti akan mengetahuinya, dan mengetahuinya dengan sangat cepat!” tulis Trump.

Seperti dikutip dari Antara, pernyataan itu sejalan dengan unggahannya pada Juli lalu. Trump mengatakan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyampaikan dalam pertemuan di Tiongkok pada Mei bahwa Beijing tidak akan menjual senjata kepada Iran dalam keadaan apa pun, termasuk melalui perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Trump juga menyebut Presiden Russia Vladimir Putin menyampaikan bahwa Moskow tidak akan menjual senjata kepada Teheran. Ia memperingatkan bahwa keterlibatan kedua negara dalam bantuan militer untuk Iran akan membawa konsekuensi serius.

Pada Mei, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok yang dituding mendukung jaringan pengadaan militer Iran dan menyediakan citra satelit yang diduga dapat membantu Iran menyerang pasukan AS. Beijing membantah tuduhan bahwa entitasnya membantu militer Iran.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz belum mencapai kemajuan berarti.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin (12/10) mengatakan Teheran sedang meninjau tanggapan terbaru AS terhadap posisi Iran terkait rencana penghentian permusuhan. Iran akan menyampaikan pandangannya kepada para mediator setelah proses peninjauan selesai.

Rencana yang dikenal sebagai “rencana tujuh hari” itu disampaikan Iran pada 22 September melalui para mediator di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Proposal tersebut mencakup tuntutan pemulihan hak-hak Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baghaei menyebut sejumlah syarat yang diajukan Teheran, antara lain pencabutan blokade laut oleh AS, penghentian perang di seluruh front, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan. Ia menegaskan Iran tidak mengubah tuntutannya dan tidak akan bersikap fleksibel terkait hak-haknya.

Pada Minggu (11/10), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan AS telah menerima beberapa dari tujuh syarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, sikap Washington terhadap persyaratan lainnya masih belum jelas.

Konflik meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi dunia.

Keterlibatan Inggris

Di tengah ketegangan itu, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam pernyataan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menyebut dugaan rencana serangan terhadap pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) kemungkinan besar dikoordinasikan dari Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Bank Jakarta Biayai Infrast...
Megapolitan
Obligasi Daerah Dirilis Dua...
Luar Negeri
Warga Lokal Harus Dilibatka...
Luar Negeri
IMF Peringatkan Negara Misk...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.