Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Halal Kian Menggiurkan, Industri Mamin Tak Bisa Lagi Abaikan Sertifikasi

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Halal Kian Menggiurkan, Industri Mamin Tak Bisa Lagi Abaikan Sertifikasi Doc: ANTARA/ Harianto.
Ket. Ilustrasi - Logo produk halal di salah satu pusat perbelanjaan.

JAKARTA – Ekonom Senior Segara Research Institute YB Kadarusman mengatakan implementasi kewajiban sertifikasi halal atau Wajib Halal yang sedang dijalankan pemerintah dapat menjadi katalis pertumbuhan daya saing industri makan dan minum (mamin) menuju rantai pasok global.

“Pertama, dari transformasi dan scale-up industri formalisasi usaha mikro dan kecil (UMK), yaitu dengan mendorong UMK mamin masuk ke dalam ekosistem pencatatan formal dan standarisasi higienitas mutu pangan,” kata Kadarusman dalam acara diskusi publik di Jakarta, Rabu (14/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan peluang naik kelas sejalan dengan kondisi ekonomi makro untuk mendorong sektor swasta scale-up dari subsistensi mikro menuju industri berdaya saing.

“Selain itu, sertifikat halal membuka peluang UMK menjadi pemasok resmi bagi ritel modern, BUMN pangan, dan rantai waralaba,” ujar Kadarusman.

Ia mengatakan sertifikasi halal juga dapat diintegrasikan dengan upaya perluasan pasar ekspor halal global. Hal itu bisa dilakukan dengan implementasi kerja sama internasional jaminan produk halal (JPH) dengan otoritas halal negara mitra dagang.

Lebih jauh, Kadarusman mengatakan saling pengakuan lembaga halal luar negeri (MRA) atau prinsip resiprokalitas mempermudah produk makan dan minuman Indonesia menembus pasar ekspor Timur Tengah, Asia Tenggara (ASEAN), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Label halal menjadi jaminan mutu dan integritas etis (thayyib) yang diminati pasar global dengan potensi pasar triliunan dolar,” ujar dia.

Selain itu, Kadarusman menilai aturan Wajib Halal juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja formal berkualitas, mulai dari jalur sektoral pengolahan pangan, hingga pertumbuhan profesi ekosistem halal.

“Menciptakan lapangan kerja formal baru bagi Auditor Halal, Penyelia Halal, analis laboratorium, dan konsultan penjaminan mutu,” kata dia.

Di sisi lain, Kadarusman menilai diperlukan juga langkah-langkah penyelarasan kepatuhan regulasi Wajib Halal dengan ketahanan ekonomi nasional.

“Pertama adalah timing, di mana penegakan dilakukan bertahap dan ada pendekatan edukasi. Terapkan masa transisi penegakan hukum (grace period), prioritaskan peringatan tertulis dan pembinaan administratif sebelum sanksi denda atau penarikan produk, guna mencegah gangguan pasokan ritel, terutama mamin,” ujar dia.

Kedua, efisiensi biaya dengan optimalisasi skema subsidi bagi UMK. Beberapa hal yang bisa didorong adalah perluasan alokasi sertifikasi self-declare tanpa biaya bagi pelaku usaha mamin mikro, serta melibatkan BUMN dan sektor swasta besar melalui program CSR/kemitraan rantai pasok untuk menutupi keterbatasan kuota fiskal APBN.

“Benefit increase, dengan mempercepat integrasi dan rekognisi lembaga halal luar negeri (MRA) untuk mencegah kelangkaan bahan baku impor industri mamin dan mendorong ekspor produk halal Indonesia. Bentuk Satgas Pengendalian Pasokan bersama Kementan (Kementerian Pertanian), Kemendag (Kementerian Perdagangan), dan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) guna meredam inflasi pangan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.