Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 19:43 WIB | Oleh: Ilham SudrajatWASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Presiden Russia, Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Trump menyebut konflik tersebut sebagai perang yang konyol dan harus segera diselesaikan, dilansir dari Anadolu, Rabu (14/10).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin (12/10) saat meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio. Ia mengatakan kedua pemimpin harus bertemu untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Trump mengklaim bahwa 32.000 orang tewas dalam perang tersebut selama bulan ini. Menurut dia, jumlah korban tersebut menunjukkan pentingnya mengakhiri konflik secepat mungkin.
Pada Minggu (11/10), Trump mengumumkan kedua negara telah menyepakati gencatan senjata segera terhadap serangan yang menyasar infrastruktur energi kedua negara. Namun, klaim tersebut dipertanyakan seorang wartawan yang menyoroti bahwa Russia dan Ukraina secara terbuka membantah adanya kesepakatan tersebut.
Trump tetap bersikeras bahwa kedua negara telah menyetujui gencatan senjata. Ia mengatakan Russia dan Ukraina sama-sama mendukung pengaturan tersebut serta ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya pikir mereka berdua mendukungnya. Saya pikir mereka ingin mencapai kesepakatan, tetapi mereka tidak tahu caranya. Namun, kami akan membuat mereka mencapai kesepakatan,” kata Trump.
Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata telah tercapai karena dirinya menyatakan kedua pihak menyetujuinya. Trump menambahkan bahwa konflik tersebut harus segera diselesaikan.
Selain itu, Trump menilai Putin lebih ingin mencapai kesepakatan dibandingkan Zelenskyy. Ia menyampaikan penilaian tersebut ketika membahas kesediaan kedua pemimpin untuk berunding.
Dalam pidato pada rapat umum di Ohio pada Senin (12/10), Trump kembali mengatakan bahwa Russia dan Ukraina ingin mencapai kesepakatan. Namun, ia menilai permusuhan antara Putin dan Zelenskyy menjadi salah satu hambatan dalam proses perdamaian.
Trump mengaku sebelumnya memperkirakan konflik Russia-Ukraina akan lebih mudah diselesaikan. Namun, menurut dia, kuatnya kebencian di antara kedua pemimpin membuat proses perundingan menjadi lebih rumit. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!