Danantara Bidik Terobosan Teknologi, Peluang Investasi RI Makin Terbuka
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan menyelenggarakan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 untuk pertama kalinya pada 26-28 Oktober 2026 di Jakarta.
DTIIF 2026 akan mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”, yang akan menjadi platform utama Danantara untuk menghubungkan prioritas industri strategis nasional dengan teknologi terdepan, ekosistem inovasi global, keahlian ilmiah, serta modal global jangka panjang.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/10), mengatakan Indonesia tengah memasuki fase penting dalam transformasi teknologi dan industri, di tengah persaingan global untuk menarik modal dan teknologi yang semakin ketat.
“Bagi Danantara Indonesia, investasi harus mendorong bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga adopsi dan industrialisasi inovasi dalam skala besar,” ujar Sigit.
Dengan mengubah terobosan menjadi kapasitas nyata, menurutnya, dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta membuka sumber-sumber nilai baru.
“DTIIF akan menghubungkan keahlian ilmiah dan teknologi dengan modal jangka panjang serta eksekusi, sehingga teknologi mutakhir dapat menjadi kekuatan industri yang berkelanjutan dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Sigit.
Danantara memperkirakan lebih dari 1.500 peserta akan hadir, termasuk 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain itu, turut bergabung para peraih Nobel, investor sovereign dan institusional, pemimpin pemerintahan, mitra akademik, serta startup yang tengah berkembang, yang mana bersama-sama mereka akan mendorong teknologi dari gagasan ke penerapan industri dan investasi di Indonesia.
Sigit menjelaskan, rangkaian program forum selama tiga hari tersebut dirancang dengan alur yang jelas, mulai dari arah strategis, kolaborasi, hingga talenta masa depan.
Pada hari pertama, Strategic Outlook and Global Partnership, akan menetapkan prioritas bersama dan menjalin kemitraan global. Lalu, hari kedua, Technology, Innovation, and Investment Collaboration, akan menghubungkan teknologi dan gagasan dengan industri dan modal.
Kemuidian, hari ketiga, Youth, Inclusion, and Sustainable Future, akan berfokus pada pengembangan ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Setelah sambutan dari para pimpinan pemerintahan, menteri, dan pemimpin ekonomi global, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan memaparkan investasi unggulan dan portofolionya dalam C-Suite Session.
Forum tersebut juga menghadirkan sesi pleno yang mencakup Nobel Laureate lecture, sector showcase, sesi project pitching, business matching yang terstruktur, serta pertemuan bilateral terbatas yang berfokus pada enam industri penentu masa depan.
Adapun,enam industri penent masa depan tersebut, diantaranya Energi, Pertanian, Pangan, dan Kesehatan, Material Maju dan Semikonduktor, Transportasi dan Infrastruktur, Keuangan dan Perbankan, serta AI, Infrastruktur Digital, dan Telekomunikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!