Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyaluran KUR Syariah Makin Deras, Mampukah Jadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat?

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyaluran KUR Syariah Makin Deras, Mampukah Jadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat? Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan pidato dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengungkapkan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) syariah hingga 30 September 2026 mencapai Rp14,42 triliun kepada lebih dari 146 ribu debitur, setara 64 persen dari target yang ditetapkan.

Secara kumulatif selama periode 2015–2026, penyaluran KUR syariah mencapai Rp106 triliun kepada 1,65 juta debitur melalui 18 lembaga penyalur, termasuk bank pembangunan daerah (BPD) dan unit usaha syariah (UUS).

“KUR syariah juga memperkuat UMKM,” kata Dradjad dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10).

Sementara itu, khusus untuk segmen ultra mikro, estimasi indikatif pembiayaan syariah pada semester I 2026 mencapai Rp23,6 triliun atau setara dengan sekitar 73 persen dari total pembiayaan PNM berbasis akad syariah.

Adapun pembiayaan perbankan syariah tercatat mencapai Rp748 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,6 persen secara tahunan. Meski pembiayaan terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, Dradjad menyebutkan pangsa pasar perbankan syariah masih relatif terbatas yakni sebesar 7,44 persen.

Dalam upaya memperluas keuangan syariah yang inklusif, pemerintah menetapkan empat fokus kebijakan, yang tidak hanya mencakup perluasan KUR syariah, melainkan juga akses rekening syariah, layanan syariah digital, dan penguatan industri syariah.

Untuk mendekatkan masyarakat dengan layanan keuangan syariah, Dradjad mengatakan pemerintah mendorong pembukaan rekening syariah dengan saldo awal sebesar Rp50.000.

Program ini ditujukan bagi warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Salah satu perbankan yang akan menjadi penyalur program tersebut adalah Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Ini langkah nyata untuk mempersempit kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk syariah,” kata Dradjad.

Di sisi lain, pemerintah mengakui bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru mencapai 13,24 persen.

“Kita masih punya PR, teman-teman OJK dan teman-teman BI, bahwa inklusi dan literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah,” ujar Dradjad.

Selain memperluas akses pembiayaan, Dradjad mengatakan keuangan syariah juga berpotensi mendukung pembangunan berkelanjutan.

Estimasi nilai zakat, infak, sedekah, wakaf (ziswaf), dan kurban masyarakat per tahun mencapai Rp343 triliun. Sementara itu, akumulasi wakaf tercatat sebesar Rp4,71 triliun, sedangkan penerbitan cash waqf linked sukuk (CWLS) mencapai Rp1,47 triliun melalui 15 seri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.