Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Lokal Harus Dilibatkan dalam Penanganan Karhutla

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Warga Lokal Harus Dilibatkan dalam Penanganan Karhutla Doc: antara
Ket. Atsamon Limsakul Peneliti iklim Tailan - Mereka dapat mengawasi apa yang terjadi di sana dan memberikan informasi tentang apa yang terjadi.

Pemerintah didorong melibatkan warga dalam pengawasan dan pencegahan kebakaran, termasuk aktivitas pembukaan lahan dan pengelolaan sisa tanaman.

Bangkok – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra pemerintah sekaligus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Tanpa keterlibatan warga dan keterbukaan informasi, upaya pemadaman berisiko tidak menyentuh persoalan yang menjadi pemicu kebakaran.

Peneliti iklim Thailand Atsamon Limsakul mengatakan masyarakat lokal memiliki posisi strategis karena tinggal dekat dengan lokasi kebakaran dan dapat memberikan informasi lebih cepat kepada pemerintah.

“Saya pikir masyarakat lokal sangat penting (untuk terlibat dalam) menyelesaikan masalah ini, karena mereka tinggal di komunitas lokal. Mereka dapat mengawasi apa yang terjadi di sana dan memberikan informasi tentang apa yang terjadi,” kata Limsakul, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Senin (12/10).

Direktur Bagian Penelitian Adaptasi Perubahan Iklim di Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Thailand itu menyampaikan pandangan tersebut di sela-sela kegiatan HERA Extreme Heat Reporting Training and Fellowship.

Menurut Limsakul, pemerintah didorong membangun jaringan lokal dan mengembangkan mekanisme pelibatan warga, terutama karena sebagian persoalan kebakaran berkaitan dengan aktivitas di tingkat komunitas, seperti pembukaan lahan dan pengelolaan sisa tanaman.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan sektor swasta yang memiliki sumber daya untuk membantu penanganan di lapangan. Thailand menghadapi persoalan serupa melalui pembakaran lahan pertanian di wilayah utara pada Maret hingga Mei.

Dampak asap kebakaran, lanjutnya, tidak terbatas pada satu negara, tetapi dapat menjangkau Singapura, Malaysia, dan Thailand selatan. Karena itu, negara-negara di kawasan perlu berbagi pengalaman dan menyusun langkah bersama dengan tetap memperhatikan aktivitas serta kebutuhan masyarakat setempat.

Di Indonesia, penanganan karhutla yang berlangsung sekitar tiga bulan menuai sorotan. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional karena dampak asap masih mengganggu kesehatan, pendidikan, penerbangan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kondisi saat ini sudah diambang sangat berbahaya bagi Kesehatan masyarakat, tiga bulan karhutla sudah seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak," kata Daniel di Jakarta.

Ia menilai langkah pemerintah belum menunjukkan hasil signifikan meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Menurut dia, penetapan status bencana nasional dibutuhkan agar pengerahan sumber daya untuk menangani kebakaran dapat dilakukan secara lebih luas.

Buka Informasi

Selain efektivitas penanganan, transparansi penegakan hukum juga menjadi sorotan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah membuka informasi mengenai penindakan terhadap warga maupun korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengatakan keterbukaan dibutuhkan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan perkara, mulai dari penyidikan hingga pelimpahan ke pengadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Bank Jakarta Biayai Infrast...
Megapolitan
Obligasi Daerah Dirilis Dua...
Luar Negeri
Warga Lokal Harus Dilibatka...
Luar Negeri
IMF Peringatkan Negara Misk...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.