Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Dorong Mini RAS, Lahan Terbatas Tak Lagi Jadi Hambatan Budi Daya

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKP Dorong Mini RAS, Lahan Terbatas Tak Lagi Jadi Hambatan Budi Daya Doc: ANTARA/ M Agung Rajasa.
Ket. Ilustrasi - Pekerja merawat tangki budi daya ikan nila menggunakan sistem resirkulasi akuakultur atau Recirculation Aquaculture System (RAS) di Ndarufarm, Batujajar, Bandung Barat, Jabar.

CIREBON – Keterbatasan lahan dan kebutuhan meningkatkan produktivitas mendorong budi daya ikan terus beradaptasi dengan teknologi yang lebih efisien.

Salah satunya melalui Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS), sistem budi daya yang memanfaatkan sirkulasi dan pengolahan air secara berulang sehingga penggunaan air dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kualitas lingkungan budi daya.

Teknologi ini membuka peluang pengembangan budi daya ikan pada skala rumah tangga maupun usaha kecil, dengan memanfaatkan lahan terbatas tanpa mengabaikan aspek produktivitas dan keberlanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan program budi daya ikan berbasis sistem mini recirculating aquaculture system (Mini RAS), di desa untuk meningkatkan produktivitas ikan.

"Mini RAS ini upaya untuk meningkatkan produktivitas dari masyarakat, nantinya di setiap desa akan di-install satu," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9).

Menurut dia, sistem tersebut akan dikembangkan di daerah darat atau wilayah yang jauh dari pesisir maupun laut. Sistem tersebut sudah diriset di Norwegia.

Ia menjelaskan bahwa nantinya akan dikembangkan di desa yang berada di Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Mini RAS ini adalah teknologi budi daya terkini yang dulu diriset oleh Norwegia selama 50 tahun," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dari satu titik program tersebut nanti dapat menghasilkan 30 ton ikan budi daya, dan KKP saat ini sedang membuat percontohan di sejumlah titik.

Trenggono mengatakan bahwa KKP menargetkan program tersebut dapat diadopsi di 40 ribu titik hingga 2029, Jawa Barat sendiri ditargetkan di 5.000 titik.

"Kalau ini di-install tidak kurang dari 5.000 titik di seluruh Jawa Barat. 5.000 titik itu kalau satu lokasinya bisa menghasilkan 30 ton dalam satu tahun. Kalau 30 ton kali 5.000 berarti 150.000 ton. Dan jika hasilnya di kali 20.000 rupiah berarti kira-kira Rp3 triliun setiap tahun akan dihasilkan dari budidaya mini-RAS ini," katanya menambahkan.

Ia menyebut ekosistem tersebut akan mencakup penyediaan benih, pakan, kegiatan budi daya hingga pengolahan hasil perikanan.

"Kita akan bangun di setiap desa, ada 40.000 titik kurang lebih se-Indonesia sampai tahun 2029," ujar Trenggono.

Trenggono mengatakan pemerintah melalui KKP membangun pemodelan Mini RAS sekaligus mendorong tumbuhnya industri pendukung agar pengembangan budi daya perikanan dapat membentuk ekosistem usaha di tingkat desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.