Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia?
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim PenulisHingga pertengahan September 2026, penyaluran CBP telah mencapai lebih dari 2 juta ton. Realisasi tersebut mencakup penjualan beras melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar 221,05 ribu ton pada Januari-Februari dan 794 ribu ton pada Maret-September.
Selain itu, bantuan pangan tahap pertama pada Februari-Maret mencapai 662,86 ribu ton, sedangkan tahap kedua pada Juli-September mencapai 584 ribu ton. Melalui program tersebut, penerima manfaat memperoleh beras gratis sebanyak 10 kilogram per bulan.
"Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 13,1 ribu ton dan golongan anggaran 58,9 ribu ton," kata Amran.
Jika dibandingkan dengan September 2025, stok beras pemerintah di Bulog meningkat 18 persen, dari 3,9 juta ton menjadi 4,6 juta ton.
Bapanas juga menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras hingga Agustus 2026 mulai menunjukkan penurunan. Inflasi beras secara tahunan tercatat 2,77 persen, turun dari 3,10 persen pada bulan sebelumnya.
Namun, di tengah gangguan rantai pasok global, kenaikan harga energi, kelangkaan pupuk, serta ancaman El Nino ekstrem, ketahanan pangan tetap akan bergantung pada kemampuan menjaga stok sekaligus memastikan produksi dan distribusi pangan tetap berjalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!