Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serem!!! AI Berpotensi Dapat Musnahkan Umat Manusia, Khawatir Peneliti Anthropic Mundur

26 Selasa, 15 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Serem!!! AI Berpotensi Dapat Musnahkan Umat Manusia, Khawatir Peneliti Anthropic Mundur Serem!!! AI Berpotensi Dapat Musnahkan Umat Manusia, Khawatir Peneliti Anthropic Mundur Doc: AFP VIA GETTY IMAGES
Ket. Seorang laki-laki berdiri di samping poster yang menampilkan robot meniru ekspresi manusia dari Shenzhen Xiaoquan Technology selama Pameran Inovasi Aplikasi AI dan Robotika Internasional di Beijing, Tiongkok.

NEW YORK, AS - Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic, karena khawatir perlombaan dalam mengembangkan "superintelijensi yang mampu meningkatkan kemampuan diri sendiri" dapat berujung pada kepunahan umat manusia.

Jacob Coxon, yang sebelumnya bekerja dalam penelitian pra-pelatihan di OpenAI dan Anthropic, menulis di akun X, Selasa (8/9), bahwa "tidak ada satu pun dari kedua perusahaan tersebut yang bertindak secara bertanggung jawab."

Dia menyebutkan bahwa orang-orang yang mengembangkan AI "benar-benar meyakini bahwa teknologi ini bisa membunuh kita semua sebelum dekade ini berakhir."

Evan Hubinger, kepala bidang penyelarasan sains di Anthropic, membenarkan pandangan Coxon melalui unggahannya sendiri di X, dengan mengatakan, "Kami benar-benar meyakini bahwa AI bisa membunuh seluruh umat manusia! Secara pribadi, saya memperkirakan kemungkinannya lebih dari 10 persen dalam satu dekade mendatang."

Kekhawatiran mengenai AI yang bertindak di luar kendali semakin menguat menyusul insiden Hugging Face pada Juli lalu, di mana ratusan agen AI OpenAI secara mandiri berkoordinasi untuk keluar dari lingkungan pengujian yang aman dan meretas sistem di platform teknologi AS tersebut.

"Jangan remehkan kekuatan teknologi ini. Teknologi ini akan segera menjadi sistem dengan kemampuan melampaui manusia yang mampu meretas apa saja, merevolusi bidang apa pun dalam waktu singkat, serta memperoleh kekuasaan dan sumber daya nyata," peringat Coxon.

Meski terdapat potensi koordinasi antarperusahaan AS untuk memperlambat laju pengembangan AI, upaya mencegah perlombaan global tersebut "mungkin memerlukan langkah-langkah besar, seperti larangan sementara terhadap peningkatan kemampuan model," tambah Coxon.

Hubinger menyatakan bahwa meskipun Anthropic berupaya keras memecahkan masalah penyelarasan bagi superintelijensi, saat ini perusahaan tersebut belum memiliki rencana konkret maupun langkah yang mengarah ke sana.

Risiko bagi umat manusia

Sebelumnya diberitakan, Coxon menyatakan dia mengundurkan diri dari Anthropic karena khawatir Anthropic dan pesaing utamanya, OpenAI, bertindak secara tidak bertanggung jawab dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia.

Dalam unggahan di platform X pada 9 September 2026, Coxon menyampaikan bahwa dia dalam tiga tahun terakhir melakukan penelitian di Anthropic dan OpenAI serta menyebut kedua perusahaan itu “sedang berlomba menuju super-inteligensia yang mampu meningkatkan kemampuan dirinya sendiri, sembari mempertaruhkan nyawa kita.”

“Jangan remehkan kekuatan teknologi ini. Teknologi ini akan segera berkembang menjadi sistem berkemampuan melampaui manusia yang mampu meretas apa saja, merevolusi bidang apapun dalam sekejap, serta memperoleh kekuasaan dan sumber daya nyata,” tulis Coxon.

“Kita semua telah menyaksikan kemajuan di setiap bidang ini, dan laju kemajuannya tidaklah melambat,” ia menambahkan.

Menurut dia, mereka yang mengembangkan AI juga meyakini bahwa teknologi ini bisa “memusnahkan kita semua sebelum dekade ini berakhir” dan menyampaikan kekhawatiran yang sama.

“Tidak ada aktivitas manusia lain yang membawa tingkat bahaya sebesar ini,” tulis Coxon.

Evan Hubinger, karyawan Anthropic yang masih bekerja di perusahaan tersebut, membenarkan pernyataan Jacob Coxon, menyatakan bahwa dia sejumlah pekerja Anthropic lain juga mengkhawatirkan kemungkinan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Kemnaker: BSU 2026 Masih Dikaji

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemnaker: BSU 2026 Masih Di...

DPR Dukung Penindakan Tegas Pelaku Karhutla

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
DPR Dukung Penindakan Tegas...

Polda Metro Gelar Operasi Patuh Jaya 2026

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Polda Metro Gelar Operasi P...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.