Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Resmi! ESGIN Gandeng 2 Koperasi Besar Bangun Ekosistem Green Economy di Indonesia

3 Kamis, 10 Sep 2026, 23:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Resmi! ESGIN Gandeng 2 Koperasi Besar Bangun Ekosistem Green Economy di Indonesia Resmi! ESGIN Gandeng 2 Koperasi Besar Bangun Ekosistem Green Economy di Indonesia Doc: istimewa
Ket. PT. ESGIN Global Partners,KPCI, dan KKDC resmi meneken MoU untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi hijau di Indonesia. Penandatanganan dilakukan di Jakarta, (10/9) oleh Yayang Ruzaldy selaku Vice President ESGIN, Dr. Marwah Daud Ibrahim Ketua KPCI, dan Rhesa Yogaswara Ketua KKDC

JAKARTA— PT. ESGIN Global Partners, Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi hijau di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta, (10/9) oleh Yayang Ruzaldy selaku Vice President ESGIN, Dr. Marwah Daud Ibrahim Ketua KPCI, dan Rhesa Yogaswara Ketua KKDC.

MoU ini merupakan bagian dari rangkaian Seminar Nasional “Green Education: Talenta Masa Depan, Talenta Melek Ketahanan Energi dan Pangan yang Ramah Lingkungan” yang digelar di Ballroom Bank Mega Syariah, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan sinergi lintas sektor bersama Bank Mega Syariah untuk mendorong pendidikan, literasi ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi, serta pemanfaatan teknologi.

Green Education Jadi Fondasi 

Dalam seminar tersebut, Yayang Ruzaldym hadir sebagai Keynote Speaker. Ia menekankan pentingnya Green Education sebagai dasar transformasi menuju ekonomi hijau.

“Talenta masa depan harus memahami bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bukan dua agenda yang terpisah. Anak-anak kita hari ini akan menjadi entrepreneur, profesional, dan pengambil keputusan. Karena itu wawasan ekonomi hijau perlu dibangun sejak di bangku sekolah,” ujar Yayang.

Ia menambahkan, Green Education harus bergerak dari sekadar pengetahuan menuju aksi nyata. Mulai dari mengurangi sampah dan food waste, hemat energi dan air, hingga berpartisipasi dalam ekonomi sirkular. “Teknologi kemudian dapat membantu mencatat dan mengukur aktivitas tersebut sehingga Green Action berkembang menjadi Measurable Green Impact,” lanjutnya.

Bangun Ekosistem dari Hulu ke Hilir

Melalui MoU, ketiga lembaga membagi peran strategis. KPCI makan memperkuat ekosistem hulu melalui jaringan petani, kelompok tani, koperasi, dan komoditas pertanian potensial. Termasuk pengembangan pola kemitraan usaha dan contract farming untuk menjamin kepastian produksi.

KKDC fokus di sisi hilir dengan membangun rantai pasok, distribusi, pemasaran, dan akses pasar. Jaringan KKDC juga akan disinergikan dengan Bank Sampah Unit dan berbagai aktivitas ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Sementara ESGIN mendukung pengembangan green project dan infrastruktur digital lingkungan. Cakupannya meliputi platform ESG-in, traceability, dan Digital MRV atau Digital Measurement, Reporting and Verification untuk mengukur dampak lingkungan secara akuntabel.

Dari Aksi Hijau ke Proyek Karbon

Ekosistem ini diarahkan agar aktivitas lingkungan di sekolah, pertanian, dan komunitas dapat dicatat dan diukur. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk mengidentifikasi kegiatan yang layak dikembangkan menjadi green project.

Jika memenuhi persyaratan teknis, metodologi, dan regulasi, proyek tersebut berpeluang dikembangkan lebih lanjut menjadi climate project maupun carbon project. Dengan begitu, kegiatan lingkungan tidak hanya memberi manfaat ekologis dan sosial, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi hijau bagi petani, koperasi, dan dunia usaha.

Di sektor pertanian, kolaborasi ini juga menyasar ketahanan pangan. Melalui jaringan KPCI, para pihak akan memetakan wilayah, petani, dan praktik pertanian berkelanjutan. KKDC kemudian menjamin konektivitas ke pasar, sementara ESGIN mengkaji potensi mitigasi emisi.

Peran Teknologi dan Keuangan Syariah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.