Bakom RI: Ancaman Bahaya Infodemik jadi Krisis di Indonesia
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengingatkan masyarakat akan ancaman serius infodemik atau sebaran hoaks yang bergerak lebih cepat daripada bencana alam itu sendiri. Situasi darurat sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi yang memicu kepanikan massal.
Percepatan informasi di ruang digital tanpa verifikasi yang jelas membuat warga kesulitan membedakan fakta dan kabar bohong di tengah krisis. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk bergerak lebih cepat dalam menyajikan data yang akurat serta kredibel.
Tenaga Ahli Bakom RI, Dr Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa infodemik menjadi tantangan terbesar yang harus diredam guna mencegah kepanikan berlebihan di lokasi terdampak. Kecepatan diseminasi informasi resmi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan keselamatan psikologis masyarakat.
"Bahaya informasi yang tidak akurat akan menciptakan permasalahan baru. Sehingga, meningkatkan kepanikan di tengah masyarakat," kata Muhammad Hidayat, Sabtu (26/9).
Ia mengungkapkan bahwa Bakom RI secara aktif berkoordinasi dengan lintas kementerian dan lembaga guna menetapkan sistem komando satu pintu. Setiap informasi teknis terkait gunung api, gempa, maupun kesehatan langsung divalidasi oleh instansi yang berwenang.
Pemerintah juga mengedukasi warga pesisir dan kawasan rawan bencana agar tidak mudah terprovokasi oleh konten hoaks di media sosial. Literasi digital kebencanaan terus digencarkan hingga ke tingkat akar rumput secara berkelanjutan.
Langkah mitigasi komunikasi krisis ini bertujuan mereduksi ketidakpastian tinggi yang biasa melanda warga saat fase darurat bencana. Transparansi data terbukti mampu meredam keresahan sekaligus membangun kepercayaan publik kepada negara.
"Bakom RI berkomitmen menghadirkan informasi yang cepat dan akurat. Tujuannya, untuk mereduksi ketidakpastian di tengah darurat bencana," ujar Hidayat.
Kolaborasi erat antara pemerintah dan media massa nasional dioptimalkan untuk memperluas jangkauan edukasi penangkalan hoaks kebencanaan. Kehadiran jurnalis di lapangan turut membantu meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar di masyarakat.
Peningkatan ketahanan digital masyarakat diharapkan mampu membentengi ruang publik dari gempuran disinformasi krisis. Perlindungan keselamatan jiwa warga tetap menjadi prioritas utama penanganan darurat nasional. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!