Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Siapkan Gudang Logistik Bencana di Wilayah Rawan

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Pemerintah Siapkan Gudang Logistik Bencana di Wilayah Rawan Doc: Tangkapan layar Youtube RRI Pro3
Ket. Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Dr. Muhammad Hidayat

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia merancang penambahan gudang logistik khusus di berbagai wilayah rawan guna mempercepat distribusi bantuan darurat bagi korban bencana. Langkah taktis ini diambil untuk merespons kritik masyarakat terkait keterlambatan pasokan logistik di posko pengungsian mandiri.

Sebagian besar korban bencana di Indonesia sering kali mendirikan titik pengungsian mandiri yang sulit dijangkau oleh tim penyelamat utama. Pendistribusian logistik yang merata menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah di daerah kepulauan.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Dr Muhammad Hidayat, mengungkapkan bahwa evaluasi penanganan bencana menunjukkan pentingnya ketersediaan gudang logistik di setiap zona rawan. Pengiriman bantuan kini dioptimalkan melalui jalur darat, laut, dan udara secara serentak.

"Setiap wilayah rawan bencana disarankan memiliki gudang logistik mandiri. Tujuannya, agar distribusi bantuan darurat dapat dilakukan dengan cepat," kata Muhammad Hidayat, Sabtu (26/9).

Ia menjelaskan bahwa karakteristik pengungsian di Indonesia sangat beragam, termasuk kelompok warga yang memilih bertahan dekat harta benda mereka. Pendekatan sosiologis dan kearifan lokal wajib diperhatikan dalam proses evakuasi di lapangan.

Pemerintah melibatkan tim penyelamat khusus untuk membantu evakuasi hewan ternak warga agar mau diarahkan ke zona aman bencana. Kepekaan terhadap kebutuhan psikologis dan ekonomi masyarakat menjadi kunci keberhasilan evakuasi darurat.

Selain logistik, edukasi kesiapsiagaan mandiri seperti penyediaan tas darurat berisi identitas, uang tunai, dan peluit terus disosialisasikan. Peluit dinilai sangat efektif sebagai alat penanda posisi saat korban terjebak di area terpencil.

"Pendekatan penanganan bencana harus memperhatikan sosiologi dan karakter lokal masyarakat. Dengan begitu diharapkan evakuasi berjalan lancar," ujar Hidayat.

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) juga diperkuat hingga ke sekolah-sekolah di zona merah guna melatih mental anak sejak dini. Simulasi evakuasi rutin terbukti mampu menurunkan risiko korban jiwa akibat kepanikan.

Transformasi manajemen logistik dan mitigasi berbasis kearifan lokal ini diharapkan memperkuat ketahanan nasional terhadap bencana. Perlindungan menyeluruh bagi seluruh warga negara menjadi komitmen berkelanjutan pemerintah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.