Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PPPA Perkuat Perspektif Gender Terkait Isu Perdamaian

6 Sabtu, 26 Sep 2026, 14:54 WIB | Oleh:
Kementerian PPPA Perkuat Perspektif Gender Terkait Isu Perdamaian Kementerian PPPA Perkuat Perspektif Gender Terkait Isu Perdamaian Doc: Dokumentasi Humas Kementerian PPPA
Ket. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA Amurwani Dwi

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong kementerian dan lembaga memperkuat perspektif gender dalam implementasi Women, Peace and Security (WPS). Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perempuan berperan sebagai pemimpin pengambil keputusan, dan aktor perdamaian dalam situasi konflik maupun krisis.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, mengatakan perspektif gender penting dalam agenda WPS karena perempuan dan laki-laki memiliki pengalaman, kebutuhan, akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang berbeda. Menurut dia, perempuan perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pencegahan dan penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian, serta penguatan keamanan yang berkelanjutan.

“Isu perempuan, perdamaian, dan keamanan bukan hanya menjadi urusan satu kementerian atau satu unit kerja. Isu ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” kata Amurwani Dwi Lestariningsih dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (26/9).

Ia menilai keberagaman perspektif kementerian dan lembaga perlu dipadukan dalam penyusunan kebijakan responsif gender dan inklusif. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan layanan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.

“Perspektif gender perlu diintegrasikan sejak identifikasi masalah hingga monitoring dan evaluasi seluruh kebijakan serta program pembangunan. Pengarusutamaan gender harus menjadi bagian dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan kementerian maupun lembaga,” ucap Amurwani.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri PPPA Bidang Perempuan dan Politik, Nia Sjarifudin, menyebut perempuan berperan penting sebagai aktor sekaligus inisiator perdamaian di berbagai wilayah konflik Indonesia. Menurutnya, perempuan berkontribusi membangun dialog, meredakan ketegangan, dan menjaga hubungan sosial masyarakat di Maluku, Ternate, serta Poso.

“Kehadiran perempuan dalam pengambilan keputusan tidak cukup diukur melalui angka atau persentase keterwakilan semata. Partisipasi perempuan harus memastikan suara, pengalaman, dan kebutuhan mereka turut memengaruhi setiap keputusan yang diambil,” kata Nia Sjarifudin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Menperin Ungkap Industri Nonmigas Tumbuh 5,88 Persen

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menperin Ungkap Industri No...

Seskab: Bali Segera Milki Punya Jalur Kereta Api

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Seskab: Bali Segera Milki P...

Prancis Kembali Diguncang Aksi Demo

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Prancis Kembali Diguncang A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.