Kekeringan akibat El Nino Ancam Kapasitas Terusan Panama
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiPanama City - Jumlah kapal yang melintasi Terusan Panama berpotensi kembali dikurangi akibat kekeringan yang dipicu pola cuaca El Nino, kata administrator baru Otoritas Terusan Panama Ilya Espino de Marotta pada Senin (7/9).
Panama telah menetapkan keadaan darurat nasional terkait El Nino, fenomena yang berkembang di Samudra Pasifik dan dapat memengaruhi pola cuaca global serta meningkatkan suhu dunia. El Nino tahun ini diperkirakan menjadi yang terkuat sejak pencatatan dimulai sekitar empat dekade lalu.
Kekeringan menjadi persoalan serius bagi operasional Terusan Panama karena sistem kanal tersebut bergantung pada air hujan yang ditampung di dua waduk. Penurunan permukaan air akibat El Nino membuat otoritas harus membatasi jumlah kapal yang dapat melintas.
Jumlah maksimum kapal yang diizinkan melintasi kanal telah dikurangi dari 36 kapal per hari pada bulan lalu menjadi 32 kapal per hari mulai pertengahan September. Otoritas juga menurunkan batas kedalaman maksimum kapal dari 15,2 meter menjadi 14,6 meter.
Dikutip dari AFP, Ilya Espino de Marotta, yang mulai menjabat sebagai kepala Otoritas Terusan Panama mengatakan pembatasan lebih lanjut dapat diterapkan apabila kondisi kekeringan tidak membaik.
“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa pada bulan Februari atau Maret, kami mungkin harus menurunkan batasnya – mungkin bukan menjadi 24 slot per hari, tetapi bisa dikurangi menjadi 29 atau angka serupa,” katanya.
Setiap kapal yang melintasi kanal membutuhkan sekitar 200 juta liter air. Air tersebut digunakan dalam sistem pintu air untuk menaikkan dan menurunkan kapal selama proses transit sebelum akhirnya dialirkan ke laut.
Tanpa ketersediaan air yang memadai, sistem pintu air tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut membuat volume air di waduk menjadi faktor penting dalam menentukan kapasitas pelayaran Terusan Panama.
Sektor Perdagangan
Para ahli memperingatkan pembatasan jangka panjang terhadap penyeberangan Terusan Panama dapat meningkatkan biaya pengiriman dan memperpanjang waktu tunggu kapal. Dampaknya berpotensi dirasakan oleh sektor perdagangan yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
Terusan Panama yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik merupakan salah satu jalur perdagangan maritim utama dunia dan menangani sekitar 5 persen perdagangan global. Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menjadi pengguna utama kanal tersebut karena jalur itu merupakan salah satu rute tercepat yang menghubungkan pantai timur AS dengan Tiongkok.
Kanal tersebut juga menangani sekitar 40 persen lalu lintas kontainer AS. Karena itu, gangguan akibat kekeringan berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap rantai pasok dan biaya logistik internasional.
Di sisi lain, penggunaan Terusan Panama justru meningkat karena gangguan di jalur perdagangan lain. Konflik di Timur Tengah membuat sebagian perusahaan pelayaran mencari rute alternatif dari Selat Hormuz.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!