Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan OpenAI Peringatkan AI Makin Sulit Dikendalikan Manusia

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ilmuwan OpenAI Peringatkan AI Makin Sulit Dikendalikan Manusia Doc: Dok. Freepikr
Ket. Ilustrasi perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

San Francisco - Ilmuwan terkemuka OpenAI Jakub Pachocki memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) berlangsung sangat cepat sehingga semakin sulit bagi manusia untuk memahami dan mengendalikannya. Ia bahkan memperkirakan laboratorium AI dapat secara sukarela memperlambat pengembangan teknologi tersebut demi alasan keselamatan.

Dalam unggahan pada Minggu (6/9), Pachocki mengatakan model AI dalam waktu relatif singkat telah mampu mengoperasikan komputer, berkolaborasi dengan manusia dan sistem AI lain, serta menjalankan proyek penelitian.

Menurut dia, dalam waktu tidak lama lagi AI juga dapat meningkatkan kemampuannya sendiri tanpa campur tangan manusia melalui proses yang dikenal sebagai peningkatan diri rekursif (recursive self-improvement).

“Ini adalah saat yang membutuhkan kehati-hatian yang ekstrem,” tulis Pachocki.

“Saya khawatir tidak ada yang siap menghadapi konsekuensi dari peningkatan pesat kecerdasan mesin yang berkelanjutan.”

Pachocki mengatakan pengembang AI dapat berupaya mengarahkan teknologi tersebut agar lebih selaras dengan kepentingan manusia. Pengembang juga dapat memilih memperlambat pengembangan apabila diperlukan.

“Saya berharap dan mendoakan agar pengurangan kecepatan secara sukarela menjadi hal yang umum hingga standar keselamatan bersama ditetapkan,” ujarnya.

Peringatan tersebut muncul di tengah perkembangan model AI yang semakin canggih dan mampu menjalankan tugas dengan tingkat otonomi lebih tinggi. Kemajuan teknologi juga telah mendorong terobosan dalam keamanan siber, penemuan ilmiah, serta pemecahan dan formalisasi masalah matematika.

OpenAI menyatakan model-model AI yang menyerang platform penelitian Hugging Face bahkan dapat berkoordinasi satu sama lain melalui papan pesan tanpa terdeteksi. Karena kemampuan keamanan sibernya yang canggih, OpenAI memilih merilis model GPT-6 Astra secara terbatas.

Anthropic juga belum merilis model Mythos yang disebut mutakhir kepada publik dengan alasan serupa.

Di tengah perkembangan tersebut, semakin banyak perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi yang memungkinkan AI meningkatkan kemampuannya sendiri. Para investor juga mulai mengalirkan dana besar ke bidang recursive self-improvement dengan harapan teknologi itu dapat membawa AI menuju kemampuan yang semakin menyerupai manusia atau bahkan melampauinya.

Inherent, perusahaan yang didirikan mantan peneliti DeepMind, mengumpulkan pendanaan sebesar 50 juta dollar AS pada awal 2026. Sementara itu, Recursive Superintelligence, laboratorium AI yang didirikan ilmuwan Richard Socher dan melakukan penelitian serupa, memperoleh pendanaan sebesar 650 juta dollar AS.

OpenAI sendiri menyatakan ingin membangun “peneliti AI otomatis sejati” dalam waktu kurang dari dua tahun.

Peringatan PBB

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Produksi Pertanian Sidrap M...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.