Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abu Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, BNPB Kerahkan OMC untuk Datangkan Hujan

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, BNPB Kerahkan OMC untuk Datangkan Hujan Doc: Antara
Ket. Paparan yang disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam konferensi pers "Situasi dan kondisi pasca erupsi Gunung Anak Krakatau" secara daring di Jakarta, Minggu (6/9).

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pihaknya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu untuk mengatasi abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Hari ini kita melaksanakan OMC. Jadi, pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, akan dilaksanakan OMC sampai malam," kata Suharyanto dalam konferensi pers Situasi dan Kondisi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (6/9).

Suharyanto menjelaskan terdapat dua teknik yang digunakan dalam pelaksanaan OMC, bergantung pada kondisi atmosfer di wilayah terdampak.

Teknik pertama dilakukan apabila terdapat pertumbuhan awan yang memungkinkan untuk distimulasi sehingga menghasilkan hujan.

"Untuk mendatangkan hujan. Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang mulai dari kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," ujarnya.

Sementara itu, apabila tidak terdapat pertumbuhan awan hujan, OMC dilakukan dengan metode water mist untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik di udara.

"Untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dengan BMKG sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya," kata Suharyanto.

Ia mengatakan hingga saat ini pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi yang terdampak di Banten dan Lampung belum menetapkan status kedaruratan.

Menurut dia, penetapan status kedaruratan diperlukan apabila pemerintah daerah membutuhkan dukungan langsung dari pemerintah pusat melalui BNPB.

"Pemerintah kabupaten dan provinsi yang terdampak belum ada yang menetapkan status kedaruratan. Artinya, dengan status kedaruratan ini meminta bantuan pemerintah pusat lewat BNPB untuk segera turun ke lapangan membantu," katanya.

Meski demikian, BNPB telah mengirimkan tim ke Banten dan Lampung untuk memantau secara langsung kondisi di lapangan serta dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.

BNPB juga akan mengecek ketersediaan kebutuhan makanan dan logistik di gudang-gudang milik pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terdampak.

"Jangan sampai nanti kosong isinya, dan apabila diperlukan untuk bantuan dari pemerintah pusat, kami akan segera dorong," ujar Suharyanto.

Sebaran Abu Vulkanik

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.