Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau Ekstrem, Petani Jepang Beralih ke Varietas Padi Tahan Panas

4 Rabu, 23 Sep 2026, 15:29 WIB | Oleh:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Petani Jepang Beralih ke Varietas Padi Tahan Panas Hadapi Kemarau Ekstrem, Petani Jepang Beralih ke Varietas Padi Tahan Panas Doc: Istimewa
Ket. Perubahan iklim tidak hanya mendorong pergantian varietas tanaman. Cara petani bekerja juga ikut berubah.

KYUSHU - Jepang mulai mengandalkan varietas padi tahan panas untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin mengancam produksi beras nasional.

Salah satu varietas yang kini berkembang pesat adalah hinatamaru, yang ditanam petani di Prefektur Saga, Kyushu. Varietas ini mampu menghasilkan bulir padi berkualitas meski tanaman menghadapi musim panas yang panas dan kering.

Dari The Guardian, letani berusia 63 tahun, Haruki Kawasaki, di Shiroishi, Saga, menjadi salah satu yang membudidayakan hinatamaru. Ia mengatakan perubahan cuaca juga memaksanya mengubah pola kerja di sawah.

“Sekarang kami mulai pagi-pagi sekali dan bekerja hingga sekitar tengah hari. Terlalu panas di siang hari, meskipun pagi harinya juga tidak bisa disebut sejuk,” kata Kawasaki, Rabu (23/9).

Varietas padi tahan panas dikembangkan melalui proses panjang, mulai dari persilangan varietas yang sudah ada, pengujian di lingkungan terkontrol hingga uji coba langsung di lahan pertanian.

Kebutuhan terhadap varietas baru semakin mendesak setelah Jepang mengalami sejumlah musim panas dengan suhu ekstrem dan curah hujan di bawah rata-rata. Tahun ini, rekor suhu panas kembali pecah di sejumlah wilayah.

Suhu tinggi yang berlangsung setelah tanaman padi berbunga dapat mengganggu pembentukan bulir. Padi yang seharusnya berkembang menjadi butiran bening dan kaya pati dapat berubah menjadi bulir berkapur dan pucat sehingga kualitasnya turun dan lebih mudah retak saat dipoles.

Masalah tersebut bahkan berkontribusi terhadap penurunan kualitas beras dan krisis pasokan yang pernah terjadi di Jepang.

Greenpeace Jepang dalam laporan yang diterbitkan September 2026 juga memperingatkan bahwa sejumlah tanaman pangan khas Jepang, termasuk padi dan ubi jalar, semakin menghadapi risiko akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.

Di Saga, respons terhadap kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan varietas padi tahan panas. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Jepang, varietas tersebut kini mencakup hampir 67% luas lahan padi di Saga.

Prefektur Nagasaki menyusul dengan hampir 50%, sedangkan Shimane mencapai sekitar 47%. Namun, penggunaan varietas tahan panas masih relatif rendah di sejumlah wilayah timur laut Jepang yang secara tradisional lebih terbiasa dengan kondisi dingin.

Salah satu varietas yang menjadi perhatian adalah hinatamaru, hasil penelitian selama 12 tahun. Setelah uji coba pada 2024 menunjukkan hasil yang menjanjikan, penggunaannya mulai menyebar lebih luas.

Secara nasional, penggunaan varietas padi tahan panas juga meningkat tajam. Kementerian Pertanian Jepang mencatat varietas tersebut ditanam di sekitar 248.000 hektare pada tahun lalu, setara sekitar 18% dari total luas panen padi. Angka itu melonjak dari sekitar 42.000 hektare pada tahun sebelumnya.

Perubahan iklim tidak hanya mendorong pergantian varietas tanaman. Cara petani bekerja juga ikut berubah.

Sebagian petani buah dan sayuran mulai memeriksa tanaman pada malam hari untuk menghindari suhu siang yang ekstrem. Petani lainnya mulai mempertimbangkan tanaman yang lebih menyukai kondisi panas, seperti alpukat, pare dan okra.

Bagi Kawasaki, perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan pertanian Jepang akan semakin bergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap suhu yang terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Malaysia Benar-benar Menggu...
Megapolitan
Cari Solusi Problem Kota-ko...
Luar Negeri
Cadangan Gas Eropa Terendah...
Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.