Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Umumkan Misi Baru Pakai Pesawat Ruang Angkasa Starliner Buatan Boeing

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
NASA Umumkan Misi Baru Pakai Pesawat Ruang Angkasa Starliner Buatan Boeing Doc: NASA/Space
Ket. Pesawat ruang angkasa Starliner buatan Boeing terlihat berlabuh di port depan modul Harmony di ISS dalam misi Uji Penerbangan Awak pada tahun 2024.

WASHINGTON - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan rencana untuk misi baru menggunakan pesawat ruang angkasa Starliner buatan Boeing, setelah uji penerbangan pertama gagal dan membuat dua astronot terdampar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). 

Starliner terakhir digunakan pada Juni 2024 untuk mengangkut astronot AS Suni Williams dan Butch Wilmore ke ISS untuk misi yang awalnya direncanakan selama delapan hingga 14 hari.

Namun, sistem propulsi pesawat ruang angkasa mengalami masalah selama mengorbit, dan dianggap tidak layak untuk menerbangkan mereka kembali -- sehingga mereka terdampar di pos terdepan yang mengorbit selama sembilan bulan sebelum mereka kembali lagi ke Bumi.

Dalam sebuah laporan yang menilai penerbangan uji coba bermasalah tersebut, NASA menyalahkan kerentanan teknis pada Starliner, mengklasifikasikannya sebagai kecelakaan "Tipe A" -- sama seperti bencana pesawat ulang-alik Challenger dan Columbia yang menewaskan banyak orang.

Boeing dan NASA telah berupaya memperbaiki masalah-masalah ini tepat waktu untuk dua misi mendatang yang melibatkan pesawat ruang angkasa tersebut, yang memainkan peran kunci bagi tujuan jangka panjang badan antariksa AS.

Misi pertama, yang diperkirakan paling cepat pada bulan Desember, berupa misi tanpa awak yang kembali ke ISS "untuk memvalidasi upaya perbaikan baru-baru ini," kata administrator NASA, Jared Isaacman, kepada wartawan pada hari Senin (28/9).

"Dari situ, kami akan mengumpulkan data, terus menerapkan perubahan yang tersisa yang direkomendasikan dalam laporan (Tim Investigasi Program), dan merencanakan misi Starliner Two berawak pada tahun 2028," tambahnya.

Keberhasilan misi Starliner berawak sangat penting, karena pesaingnya, SpaceX, telah menyatakan rencananya untuk menghentikan produksi kapsul Crew Dragon yang dapat digunakan kembali, yang telah menjadi satu-satunya pesawat ruang angkasa lain yang membawa astronot AS ke ISS sejak tahun 2020.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Pembangunan Harus Dirasakan...
Luar Negeri
Utusan AS Bertemu Presiden ...
Luar Negeri
Nigeria Laporkan Kasus Ebol...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.