Waspadai Dampak Kesehatan Akibat Abu Vulkanik
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:14 WIB | Oleh: Sujar“Segera ke fasilitas kesehatan bila muncul sesak yang memberat atau mengi yang tidak mereda dengan inhaler, nyeri dada, demam dengan batuk berdahak yang menetap, atau nyeri mata dan penglihatan kabur,” ujar Dokter Pendidik Klinik Utama, Divisi Endokrinologi, Imunologi, dan Infeksi, Departemen Penyakit Dalam RSCM itu.
Dalam upaya menangkal paparan partikel abu vulkanik, Sukamto merekomendasikan penggunaan masker jenis N95, KN95, FFP2 menjadi pilihan terbaik, asalkan terpasang rapat tanpa celah di sisi hidung dan pipi. Pada penggunaan masker, kata dia, kuncinya bukan hanya bahan penyaring, tetapi kerapatan segel ke wajah.
Sebelumnya beberapa gunung api di Indonesia belakangan mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan, termasuk Gunung Anak Krakatau, Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, dan Sinabung.
Menurut informasi yang dibagikan melalui akun media sosial resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB teridentifikasi mengarah ke bagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!