Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Dampak Kesehatan Akibat Abu Vulkanik

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:14 WIB | Oleh:
Waspadai Dampak Kesehatan Akibat Abu Vulkanik Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat di sebagian besar wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup tebal terlihat di teras dan halaman rumah serta kendaraan, Jumat (6/9).

JAKARTA -- Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM mengemukakan kewaspadaan terhadap abu vulkanik tidak berhenti saat erupsi selesai, terutama dampaknya pada kesehatan.

Kewaspadaan terhadap abu vulkanik tetap diperlukan selama masih berada di lingkungan. Selama abu, lanjut Sukamto, masih menumpuk di tanah, atap, dan jalan, partikelnya akan terangkat kembali ke udara oleh angin, lalu lintas kendaraan, dan aktivitas bersih-bersih yang masih berisiko terutama terhadap kesehatan.

“Jadi risikonya berlanjut berhari-hari sampai berminggu-minggu, sampai abu benar-benar dibersihkan atau tersapu hujan,” kata Sukamto kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sukamto menjelaskan bahwa abu vulkanik bukan debu biasa, karena terdapat partikelnya tajam, bersudut, mengandung silika, dan sebagian berukuran sangat halus (PM10 dan PM2.5) sehingga bisa terhirup sampai ke saluran napas bawah bahkan alveolus.

“Gangguan pada saluran napas yang paling sering berupa iritasi hidung, tenggorokan kering dan nyeri, batuk kering, sesak, serta dada terasa berat,” tutur dia.

Partikel abu vulkanik, lanjut Sukamto, juga perlu diwaspadai pada penderita dengan penyakit kronik seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronkitis kronik, rinitis alergi, lantaran jika terhirup, paparan ini kerap memicu serangan atau eksaserbasi.

Selain itu, iritasi pada mukosa saluran napas dapat melemahkan pertahanan lokal saluran napas sehingga risiko infeksi saluran napas akut meningkat.

“Karena itu bagi pasien penyakit paru kronik dan lansia, status vaksinasi influenza dan pneumokokus sebaiknya diperbarui, ini bagian dari perlindungan yang sering terlupakan,” tutur dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen IPD Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan tidak hanya menyerang sistem pernapasan, Sukamto menyampaikan berisiko termasuk pada mata, seperti iritasi, mata merah, konjungtivitis, sampai lecet pada kornea karena partikel abu yang tajam.

“Pengguna lensa kontak paling berisiko dan sebaiknya beralih sementara ke kacamata,” kata dia.

Pada kulit dampaknya bisa berisiko iritasi, gatal, dermatitis, terutama bila abu bersifat asam atau bercampur keringat. Risiko lain muncul ketika abu mencemari makanan dan air minum yang tidak terlindungi, sehingga dapat mengganggu saluran pencernaan.

Di sisi lain, partikel PM2.5 dari abu vulkanik dampak risiko pada jantung dan pembuluh darah, dapat memicu perburukan kondisi pada penderita penyakit jantung.

“Silikosis memang disebut-sebut, tetapi itu risiko jangka panjang dari paparan berulang bertahun-tahun; yang lebih relevan untuk masyarakat umum saat ini adalah dampak akut di atas,” kata Sukamto.

Lebih lanjut, Sukamto menyarankan pada penderita asma dan PPOK wajib memastikan obat pengontrol dan obat pelega selalu tersedia dan dibawa bepergian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Simulasi Pengamanan Pelaksa...
Ekonomi
QRIS Bukan Cuma Alat Bayar,...
Nasional
Rapat Pembahasan Temuan Omb...

Michael Olise Jadi Pahlawan! Prancis Tundukkan Belgia 1-0

43 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Michael Olise Jadi Pahlawan...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.