Russia dan Korea Utara Resmikan Jembatan Jalan Raya Pertama yang Melintasi Perbatasan
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 15:20 WIB | Oleh: Lili LestariLavrov menolak anggapan tersebut, dengan mengatakan bahwa "tidak ada yang salah" dengan pergaulan seperti itu.
Pada saat yang sama, beberapa mitra tradisional Russia menunjukkan rasa frustrasi yang semakin besar terhadap perang berkelanjutan Moskow di Ukraina dan dampak buruk yang ditimbulkannya di seluruh wilayah tersebut.
Dalam sebuah pertemuan pada bulan Juli, presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, sekutu lama Moskow, mengatakan kepada presiden Russia, Vladimir Putin, bahwa ia mendengar dari para pemimpin banyak negara yang mempertanyakan mengapa Russia masih melanjutkan perang.
“Sifat konflik ini belum sepenuhnya jelas bagi banyak orang, termasuk kami,” kata Tokayev kepada Putin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!