Program SPHP: Pemerintah Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung bagi Peternak
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah menambah alokasi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung sebanyak 150 ribu ton untuk membantu peternak unggas skala usaha mikro kecil.
Ia mengatakan tambahan SPHP jagung tersebut berasal dari stok jagung Perum Bulog yang akan disalurkan kepada peternak menengah ke bawah, bukan industri atau pabrik besar.
"Bulog punya jagung, kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk menyuplai peternak-peternak yang UMKM, bukan yang pabrik besar," kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas itu terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (08/9).
Kebijakan penambahan pasokan jagung itu telah diputuskan pemerintah dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) sebagai langkah menjaga stabilitas harga saat musim paceklik yang berpotensi menurunkan produksi akibat kondisi kering berkepanjangan.
Menurut Zulhas, musim kemarau menyebabkan tanaman jagung mengalami penurunan produksi sehingga pasokan berkurang dan berpotensi mendorong kenaikan harga akibat perubahan keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan.
"Agar harga (pakan jagung), karena ini musim paceklik. Jagung juga kering. Orang tanam jagung juga kan kering, produksinya pasti turun sekali bahkan mungkin tidak ada, turun," katanya.
Melalui SPHP jagung, pemerintah berharap peternak unggas skala mikro dapat memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau sehingga keberlangsungan usaha mereka tetap terjaga.
Zulhas menegaskan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan jagung melalui Perum Bulog agar manfaat program stabilisasi pangan dapat dirasakan peternak kecil yang membutuhkan dukungan selama musim paceklik.
"Nah, kalau itu pasti harga (jagung pakan) akan mulai naik, kan? Karena supply and demand. Nah, oleh karena itu jagung ini Bulog punya stok itu kita kasih SPHP untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah, bukan yang pabrik-pabrik yang besar," kata Zulhas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!