Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transplantasi Sumsum Tulang Bakal Ditanggung JKN? Ini Upaya Kemenkes

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 12:19 WIB | Oleh:
Transplantasi Sumsum Tulang Bakal Ditanggung JKN? Ini Upaya Kemenkes Doc: Antara foto
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam Talkshow dengan tema “A Decade of Hope: Reflecting on the Journey, Shaping the Future” di Jakarta, Rabu (30/9).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyatakan pihaknya mengupayakan agar transplantasi sumsum tulang dimasukkan ke dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengingat tindakan tersebut menyelamatkan nyawa, tapi mahal.

"Terapi-terapi definitif atau terapi yang menyembuhkan kanker masih terbatas, apalagi untuk kanker yang sulit, seperti kanker darah. Kanker darah ini sumbernya di mana?Sumbernya di pabriknya. Pabriknya ada di mana? di sumsum tulang, jadi kalau sumsum tulang itu diganti dengan yang baru, sel-sel yang tadinya tidak normal dalam bentuk kanker darah bisa menjadi regenerasi," kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu.

Dalam acara Satu Dekade Transplantasi Sumsum Tulang (TST) RS Kanker Dharmais tersebut, Dante mengatakan kisaran harga tindakan tersebut sekitar Rp1,2 miliar. Karena itu, pihaknya bakal bernegosiasi dengan BPJS Kesehatan agar penyakit ini ditanggung dalam JKN.

Data Kemenkes menunjukkan setiap tahunnya ada 474 ribu kasus kanker, yang menyebabkan sekitar 25 ribu kematian. Menurutnya, sebenarnya teknologi seperti di RS Kanker Dharmais sudah mampu menangani penyakit kanker darah, tetapi masalahnya adalah pembiayaan.

Dari 10 pasien yang menjalani prosedur tersebut di RS Kanker Dharmais, katanya, empat orang layanannya dibayar oleh asuransi swasta.

"Nanti coba kita melakukan, saya memberikan tugas kepada Pak Aco sebagai Dirjen Kesehatan Lanjutan, untuk bernegosiasi dengan BPJS supaya terapi-terapi canggih yang berbiaya mahal ini juga dikover dan bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum," kata Dante.

Dia menyebutkan meskipun belum ditanggung JKN, di RS Kanker Dharmais, ada skema subsidi silang, dimana keuntungan dari pelayanan kesehatan digunakan untuk mensubsidi layanan kesehatan bagi mereka yang tidak mampu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya mengatakan bahwa pembiayaan transplantasi sumsum tulang menjadi masalah dalam pengobatan kanker darah, sehingga perlu segera diatasi.

"Karena memang transplantasi terkait dengan organ seperti sumsum tulang ini menjadi harapan terakhir dari banyak orang untuk bisa melanjutkan hidupnya, bahkan menjadi lebih produktif dibanding sebelumnya," kata Azhar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Lewat Pengawasan Pasar, Pem...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.