Pemkot Bogor Perkuat Penanganan dan Perlindungan Kesehatan Warga untuk Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat langkah antisipatif dan penanganan dampak sebaran abu vulkanik yang terjadi di wilayah Kota Bogor. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan kualitas udara, penyemprotan ruas jalan dan fasilitas publik, distribusi masker, penguatan layanan kesehatan, hingga penyesuaian aktivitas masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemkot Bogor untuk meminimalkan dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati, menyampaikan sejak Minggu (6/9) lalu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama Pemkot Bogor. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada. Gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Apabila terjadi hujan abu sebaiknya segera menghindari aktivitas di luar ruangan,” ujar dia, Selasa (8/9).
Pemkot Bogor mengingatkan masyarakat untuk menutup pintu dan jendela rumah ketika terjadi hujan abu, menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar serta memastikan kebutuhan air minum dan makanan tetap terlindungi dari paparan debu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memperkuat basis data, Pemkot Bogor juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk pemantauan menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi kebijakan Pemkot Bogor. Sebelumnya, Pemkot juga berkoordinasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk memantau kualitas udara Kota Bogor.
Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, Pemkot Bogor juga sudah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi jenjang TK, SD dan SMP sebagai langkah antisipatif. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 7 September 2026 dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kualitas udara.
Kurangi Sebaran Abu
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pemantauan, Pemkot Bogor sudah melakukan penanganan langsung di lapangan melalui penyemprotan menggunakan metode water mist untuk meminimalkan dampak abu vulkanik.
Penyemprotan dilakukan oleh petugas gabungan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di sejumlah ruas jalan serta fasilitas publik.
Penanganan kemudian diperluas secara bertahap ke sejumlah jalur lainnya di Kota Bogor.
Pemkot Bogor juga berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri untuk memperluas penanganan di ruas jalan yang belum mendapatkan penyemprotan.
Ana menambahkan, pada aspek perlindungan masyarakat, Pemkot telah mendistribusikan 190.150 masker melalui kantor kecamatan, kelurahan, puskesmas hingga posyandu.
Distribusi diarahkan terutama kepada kelompok yang dinilai membutuhkan perlindungan lebih, seperti lansia, pekerja lapangan serta masyarakat yang memiliki kerentanan atau riwayat penyakit saluran pernapasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!