Pemkot Bogor Perkuat Penanganan dan Perlindungan Kesehatan Warga untuk Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatSementara itu, Dinkes telah memperkuat Surveilans di 25 Puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat. Pemantauan dilakukan terhadap enam indikator yang berkaitan dengan dampak paparan abu vulkanik, yakni ISPA, pneumonia, PPOK, asma, konjungtivitis, dan dermatitis.
Berdasarkan hasil surveilans, total kasus keenam indikator tersebut tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, Dinkes mencatat adanya kenaikan pada dua indikator yang relevan dengan pajanan abu vulkanik, yakni PPOK dari 24 menjadi 31 kasus dan konjungtivitis atau iritasi mata dari 30 menjadi 36 kasus.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bogor telah meningkatkan intensitas surveilans di wilayah terkait, memastikan ketersediaan obat dan APD di seluruh puskesmas, serta terus meningkatkan edukasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat.
Pihaknya telah melakukan edukasi secara masif terkait protokol kesehatan dan perkembangan terbaru di berbagai saluran komunikasi publik yang ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ana menegaskan bahwa penanganan sebaran abu vulkanik akan terus disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!