Transformasi Berlanjut, Telkom Perkuat Fundamental dan Kejar Target Pertumbuhan 2026
📅 Senin, 07 Sep 2026, 16:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohTelkom saat ini mempersiapkan spin-off tahap kedua InfraNexia yang ditargetkan selesai pada kuartal III 2026. Setelah proses tersebut rampung, InfraNexia diharapkan dapat beroperasi sebagai entitas utama yang menangani bisnis wholesale connectivity TelkomGroup dan menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar.
Penguatan juga dilakukan pada bisnis data center melalui NeutraDC. Pada Semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar, tumbuh 11 persen YoY, dengan total kapasitas efektif mencapai 49,9 MW.
Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center atau HDC masih menunjukkan tren positif. Tingkat okupansi HDC Cikarang telah mencapai 96 persen, sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW.
NeutraDC juga akan terus menambah kapasitas secara terukur melalui pertumbuhan organik maupun strategic partnership. Strategi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pengembangan kapasitas dengan kebutuhan pasar sekaligus menjaga disiplin investasi.
Sementara itu, segmen B2B ICT masih mencatatkan pertumbuhan positif selama periode berjalan. Pendapatan SME tumbuh 11,5 persen, sedangkan jumlah pelanggan IndiBiz meningkat 11,7 persen menjadi 756 ribu pelanggan.
Telkom juga terus memperkuat bisnis enterprise untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor. Salah satu langkah yang disiapkan adalah rencana pengambilalihan 100 persen Digiserve untuk memperkuat kapabilitas B2B ICT dalam menyediakan solusi end-to-end bagi pelanggan.
Di segmen B2C, Telkomsel juga mempertahankan pertumbuhan di tengah kondisi makroekonomi dan persaingan industri yang dinamis. Pendapatan Telkomsel tumbuh 5,3 persen YoY menjadi Rp28,0 triliun, sementara EBITDA meningkat 10,3 persen dan laba bersih tumbuh 24,9 persen.
Perbaikan kinerja Telkomsel juga terlihat dari mobile ARPU yang naik 11,6 persen secara tahunan menjadi Rp46 ribu. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan basis pelanggan yang semakin terkonsolidasi serta fokus perusahaan terhadap kualitas pelanggan, pengalaman layanan, dan efisiensi operasional.
Telkomsel turut memperkuat fondasi jaringan melalui tambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz. Dengan tambahan tersebut, total portofolio spektrum Telkomsel meningkat menjadi 265 MHz.
Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan. Pemanfaatannya dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pasar dengan tetap memperhatikan produktivitas spektrum dan tingkat pengembalian investasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan tambahan spektrum tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G,” ujar Daru.
Memasuki Semester II 2026, Telkom akan mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus mendorong peningkatan profitabilitas. Fokus perusahaan mencakup monetisasi mobile data, perbaikan fixed broadband, efisiensi biaya, serta percepatan implementasi transformasi TLKM 30.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!