Prabowo Minta Tiap Warga Miliki Rekening
📅 Senin, 07 Sep 2026, 21:20 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, memerintahkan jajarannya untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank untuk memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.
Ratas di Istana pada Senin sore itu membahas sejumlah isu terkait ekonomi, salah satunya mengenai inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia.
"Tadi pembahasan dengan Bapak Presiden terkait dengan kepemilikan rekening warga negara atau masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen. Kemudian juga untuk literasi keuangan itu sebesar 63,57 persen," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan isi ratas saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.
Menurut Airlangga, angka itu relatif cukup baik jika dibandingkan dengan capaian negara-negara OECD lainnya. Oleh karena itu, kata Airlangga, Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank Himbara, khususnya BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mempersiapkan rekening-rekening bank untuk masyarakat.
"Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening," kata Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengungkap untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) akan dipadu-padankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya.
"Data yang dipakai adalah data dari dukcapil, dan data dari dukcapil itu tentunya nanti dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment system-nya dan yang kedua gateway system-nya. Jadi menggunakan QRIS. Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin lebih tinggi dari yang sudah kita capai," ujar Menko Airlangga.
Airlangga mengatakan ke depan berbagai program bantuan pemerintah akan disalurkan langsung ke rekening-rekening masyarakat.
Rapat terbatas pada Senin dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan para pejabat yang mengikuti rapat tersebut baru keluar ruangan pada pukul 19.00 WIB.
Jajaran pejabat negara yang mengikuti rapat terbatas di Istana sore ini, di antaranya Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani yang juga CEO Danantara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ada pula Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf yang juga Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Kepala Badan Pengaturan BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Selanjutnya, ada Direktur Utama (Dirut) BRI Hery Gunardi, Dirut Mandiri Riduan, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut BTN Nixon L. P. Napitupulu, dan Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo.
Kemudian, ada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, eks menkeu Fuad Bawazier, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!