RUPSLB BTN Tetapkan Lima Direksi Baru, Regenerasi Didorong Percepat Transformasi dan Strategi Beyond Mortgage
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 10:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menetapkan perubahan susunan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Menara BTN, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan manajemen untuk melanjutkan transformasi Perseroan serta memperkuat strategi Beyond Mortgage.
RUPSLB yang dipimpin Komisaris Utama BTN Suryo Utomo menetapkan perubahan pada lima dari total 12 posisi Direksi Perseroan. Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris BTN tetap mempertahankan susunan yang sama tanpa adanya perubahan.
Lima pejabat yang diberhentikan dengan hormat yakni Direktur Finance & Strategy Nofry Rony Poetra, Direktur Human Capital & Compliance Eko Waluyo, Direktur Consumer Banking Hirwandi Gafar, Direktur Risk Management Setiyo Wibowo, serta Direktur Information Technology Tan Jacky Chen. Sebagai pengganti, RUPSLB mengangkat Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy, Wiwik Wahyuni sebagai Direktur Human Capital & Compliance, Johanes Barus sebagai Direktur Risk Management, Evita Barliana sebagai Direktur Consumer Banking, dan Gatot Prasetyo sebagai Direktur Information Technology.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan pembaruan pengelolaan di tubuh BTN. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham sekaligus menyambut jajaran direksi baru yang mendapat amanah untuk membawa Perseroan menuju tahap transformasi selanjutnya.
"Saya menangkap perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara," ujar Nixon. Ia berharap kehadiran jajaran baru dapat membawa BTN menjadi lebih baik sekaligus melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih Perseroan.
Menurut Nixon, para profesional baru yang memiliki latar belakang dan pengalaman beragam diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajemen dalam menjalankan agenda transformasi BTN. Regenerasi tersebut juga dinilai sesuai dengan arah Perseroan dalam memperluas bisnis melalui strategi Beyond Mortgage.
"Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage," kata Nixon. Ia berharap pengalaman luas yang dimiliki jajaran baru dapat membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II dan mendorong pencapaian strategi Beyond Mortgage, khususnya dalam memperkuat bisnis consumer banking.
Lima anggota Direksi yang baru memiliki pengalaman profesional dari berbagai sektor dan institusi. Adityo Kusumo sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia, Wiwik Wahyuni pernah menjadi Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management, sedangkan Johanes Barus sebelumnya merupakan Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.
Evita Barliana sebelumnya menjabat Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia, sementara Gatot Prasetyo pernah menduduki posisi SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Beragam pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan baru terhadap pengelolaan BTN dalam menghadapi kebutuhan bisnis dan transformasi ke depan.
Strategi Beyond Mortgage merupakan bagian dari agenda transformasi BTN yang tetap menempatkan bisnis perumahan sebagai kompetensi utama Perseroan. Melalui strategi tersebut, BTN berupaya memperluas hubungan dengan nasabah melalui berbagai kebutuhan finansial sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru untuk memperkuat bisnis consumer banking.
Pergantian jajaran Direksi dilakukan ketika kinerja BTN masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, aset BTN tercatat mencapai Rp545,16 triliun atau meningkat 12,41 persen secara tahunan, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 11,17 persen menjadi Rp418,11 triliun.
Dana pihak ketiga BTN pada periode yang sama mencapai Rp433,00 triliun atau tumbuh 6,55 persen secara tahunan. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Perseroan meningkat 40,78 persen menjadi Rp2,41 triliun, sehingga menjadi salah satu fondasi bagi manajemen baru untuk meneruskan agenda transformasi dan memperkuat peran BTN dalam perekonomian nasional, terutama melalui sektor perumahan.
"Kami berharap BTN ke depan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dicapai sampai hari ini," ujar Nixon. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada BTN dan berharap dukungan tersebut dapat menjadi modal bagi Perseroan untuk menghadapi tahap transformasi berikutnya.
Setelah RUPSLB, posisi Komisaris Utama BTN tetap ditempati Suryo Utomo, dengan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama. Jajaran komisaris lainnya terdiri dari Komisaris Independen Panangian Simanungkalit, Pietra Machreza Paloh, dan Ida Nuryanti, serta Komisaris Fahri Hamzah dan Didyk Choiroel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!