Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korea Selatan Pertimbangkan Pengerahan Militer ke Selat Hormuz, Belum Ada Keputusan Resmi

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Korea Selatan Pertimbangkan Pengerahan Militer ke Selat Hormuz, Belum Ada Keputusan Resmi Doc: AFP
Ket. Korea Selatan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk membantu menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan mengambil langkah militer. Namun, kantor kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan ke jalur perairan strategis tersebut.

JAKARTA - Korea Selatan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk membantu menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan mengambil langkah militer. Namun, kantor kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan ke jalur perairan strategis tersebut.

Sejumlah media Korea Selatan, termasuk JTBC dan MBC, sebelumnya melaporkan bahwa Seoul tengah mempersiapkan kemungkinan pengerahan aset militer sebelum akhir 2026. Laporan itu juga menyebut pemerintah dapat meminta persetujuan parlemen pada September ini.

Opsi yang sedang dikaji disebut mencakup pesawat patroli maritim, kapal pendukung logistik, hingga unit yang memiliki kemampuan mendeteksi dan membersihkan ranjau laut. Korea Selatan juga disebut telah berdiskusi dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mengenai skala serta bentuk kontribusi yang mungkin diberikan.

Seorang pejabat kepresidenan mengatakan Seoul memang telah membahas langkah-langkah praktis untuk berkontribusi menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa pilihan menggunakan aset militer termasuk dalam pembahasan, tetapi belum ada keputusan akhir.

"Belum ada keputusan yang diambil," kata pejabat tersebut.

Menurut pejabat itu, pemerintah Korea Selatan masih harus mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menentukan langkah. Pertimbangan tersebut mencakup prosedur hukum dalam negeri, kesiapan militer di Semenanjung Korea, serta kebutuhan mendapatkan persetujuan dari Majelis Nasional.

Pejabat tersebut juga membantah anggapan bahwa Korea Selatan tidak memberikan kontribusi terkait keamanan Selat Hormuz. Seoul disebut telah lama berdiskusi dengan masyarakat internasional mengenai bentuk bantuan praktis yang dapat diberikan untuk menjaga jalur pelayaran tersebut.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga kemungkinan akan membahas berbagai opsi mengenai Selat Hormuz ketika bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron pada pekan depan. Pertemuan itu dapat menjadi kesempatan untuk membicarakan bentuk kerja sama yang lebih konkret di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan jalur pelayaran tersebut.

Isu pengerahan militer Korea Selatan juga tidak terlepas dari hubungan Seoul dengan Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan pada Agustus bahwa latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan dikurangi sebagian karena Seoul menolak membantu Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.

Profesor studi keamanan internasional di Akademi Diplomatik Nasional Korea, Ban Kil-joo, menilai pengerahan pasukan dapat menjadi sinyal bahwa Korea Selatan tetap bersedia menjalankan tanggung jawabnya sebagai sekutu Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat memperkuat posisi Seoul di tengah permintaan Washington agar negara-negara sekutunya mengambil peran lebih besar.

"Pengerahan pasukan akan membantu Korea Selatan mengelola risiko aliansi dan memperkuat kredibilitasnya sebagai sekutu teladan AS pada saat Washington meminta para mitranya untuk berbuat lebih banyak," kata Ban.

Ban menilai pilihan aset yang sedang dibahas menunjukkan kemungkinan kontribusi dengan tingkat keterlibatan menengah. Artinya, Korea Selatan dapat mendukung upaya internasional menjaga keamanan Selat Hormuz tanpa harus terlibat langsung dalam operasi tempur melawan Iran.

Letnan Jenderal Purnawirawan Chun In-bum, mantan komandan pasukan khusus Korea Selatan, juga menilai kemungkinan pengerahan tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Seoul. Menurutnya, posisi Selat Hormuz sangat penting bagi Korea Selatan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan energi dan perdagangan negara tersebut.

"Penting untuk berkontribusi dalam memastikan Selat Hormuz tetap terbuka karena Korea Selatan memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan terkait dengan jalur air tersebut," kata Chun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.