Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Volkswagen Lakukan PHK Besar-besaran, 100.000 Pekerja Bakal Dirumahkan

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebuah laporan di majalah bisnis mingguan WirtschaftsWoche pada hariSelasa yang menyebutkan bahwa manajemen sedang mencari cara untuk menghindari dewan pengawas memicu kemarahan dari serikat pekerja IG Metall yang berpengaruh, yang menyebut ide tersebut "omong kosong, sampah, bualan".

Volkswagen mengatakan, Kamis, perusahaan telah setuju untuk membatasi kekuasaan dewan pengawas, yang berpotensi mengurangi pengaruh serikat pekerja yang duduk di dalamnya.

"Dewan pengawas telah meminta dewan eksekutif untuk mengembangkan model pengambilan keputusan dan struktur kelompok yang lebih maju," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa ambang batas persetujuan akan "disesuaikan" agar selaras dengan praktik standar.

Berdasarkan ketentuan undang-undang tahun 1960 yang memprivatisasi Volkswagen, dua pertiga dari dewan pengawas harus menyetujui "pendirian atau relokasi" pabrik, sebuah peraturan yang secara luas ditafsirkan sebagai memberikan kekuasaan kepada serikat pekerja -- yang memegang setengah dari kursi -- untuk memblokir penutupan pabrik.

Langkah serupa di produsen mobil Jerman lainnya biasanya hanya membutuhkan suara mayoritas sederhana.

Dalam pernyataan bersama, serikat pekerja IG Metall dan anggota dewan pengawas VW, Christiane Benner dan Daniela Cavallo, mengatakan mereka dan negara bagian Lower Saxony -- pemegang saham VW yang memiliki enam pabrik -- telah menengahi kompromi yang baik.

"Perwakilan pekerja, bersama dengan pemerintah negara bagian Lower Saxony, sekali lagi telah mengambil tanggung jawab dan mencegah eskalasi konflik yang berbahaya," kata mereka.

"Kami belum menyerah pada rencana pembangunan pabrik mana pun dan, bertentangan dengan laporan media, belum ada penutupan pabrik yang disetujui."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Emas Antam Hari Ini R...

Derbi DIY, PSS Versus PSIM Sudah Ditunggu-tunggu

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Derbi DIY, PSS Versus PSIM ...

Rezeki Nomplok bagi 5.000 Warga Subang Jawa Barat

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Rezeki Nomplok bagi 5.000 W...
Luar Negeri
Volkswagen Lakukan PHK Besa...

Cara Merawat Anak yang Beraktivitas Semakin Tinggi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Cara Merawat Anak yang Bera...
Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong Pe...

Pertama di Indonesia, PON Dilaksanakan di Pinggir Pantai

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pertama di Indonesia, PON D...
Advertisement
PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.