Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Ikuti 60 Profesional dari 24 Negara, Kemenhub Kembali Gelar Indonesia-ICAO DCTP 2026

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 09:18 WIB | Oleh:
Di Ikuti 60 Profesional dari 24 Negara, Kemenhub Kembali Gelar Indonesia-ICAO DCTP 2026 Doc: Dok. Istimewa

TANGERANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) kembali memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penerbangan global, melalui penyelenggaraan Indonesia-ICAO Developing Countries Training Programme (DCTP) 2026. Program ini, diikuti 60 profesional penerbangan dari 24 negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO).

Penyelenggaraan Indonesia-ICAO DCTP 2026 merupakan tahun keenam keterlibatan aktif Indonesia dalam program pengembangan kapasitas global ICAO. Kegiatan yang diselenggarakan sejak tanggal 31 Agustus s.d 4 September 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi profesional penerbangan sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang keselamatan dan pengembangan SDM penerbangan.

Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai, mengungkapkan bahwa melalui program ini Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif pengembangan kapasitas global ICAO melalui penyelenggaraan program pelatihan berkualitas dan kerja sama internasional.

“Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi tenaga pelatihan dan profesional keselamatan penerbangan sekaligus mendorong penerapan ICAO Standards and Recommended Practices (SARPs). Penyelenggaraan DCTP 2026 juga sejalan dengan semangat ICAO melalui inisiatif “No Country Left Behind”, yang mendorong kesetaraan kesempatan bagi negara-negara anggota untuk meningkatkan kapasitas penerbangannya melalui pelatihan berkualitas dan kolaborasi internasional.” Ungkapnya.

Indonesia-ICAO DCTP 2026 diselenggarakan oleh PPSDMPU melalui Politeknik Penerbangan Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg) melalui Program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Program tersebut merupakan salah satu upaya Indonesia dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penguatan kapasitas dengan negara-negara berkembang.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Noviyanti, menyampaikan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan di organisasi masing-masing dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan penerbangan secara berkelanjutan.

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan kompetensi yang relevan bagi peserta, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta memperkuat kerja sama antarprofesional penerbangan dari berbagai negara,” ujarnya.

Indonesia-ICAO DCTP 2026 mencakup empat program pelatihan, yaitu Development TPM for an ATO, Training Managers Course, Training Instructor Course, dan Ramp Safety Awareness. Tiga program pertama dilaksanakan selama lima hari, sedangkan Ramp Safety Awareness berlangsung selama tiga hari.

Para peserta sebanyak 60 orang tersebut, berasal dari 24 negara antara lain Angola, Bangladesh, Burkina Faso, Ethiopia, Ghana, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Kenya, Liberia, Madagaskar, Malaysia, Namibia, Nigeria, Filipina, Rwanda, Sri Lanka, Sudan Selatan, Tanzania, Timor-Leste, Togo, Türkiye, Ukraina, dan Vietnam.

Seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka berbasis kelas dengan pendekatan yang mendorong interaksi langsung antara instruktur dan peserta. Kegiatan diisi dengan diskusi, pembahasan kasus, pertukaran pengalaman, serta berbagi praktik terbaik di bidang penerbangan.

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Suharto, di tempat terpisah menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukan antara Kemenhub dan Kemsetneg dalam pemberian bantuan pelatihan untuk negara-negara berkembang dapat memperkuat kerja sama internasional dan memberikan manfaat bagi Indonesia dan negara mitra.

“Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Sekretariat Negara dalam penyelenggaraan Indonesia-ICAO DCTP 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia di negara-negara berkembang pada sektor transportasi, khususnya penerbangan. Dan diharapkan kedepannya kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat untuk Indonesia dan negara lain.” tegas Suharto.

Melalui Indonesia-ICAO DCTP 2026, Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan kapasitas SDM penerbangan global. Kolaborasi Indonesia, ICAO, dan negara-negara peserta diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional penerbangan serta memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan penerbangan sipil yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.