Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Didorong Perkuat Regulasi PLTS 100 GWp

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Didorong Perkuat Regulasi PLTS 100 GWp Doc: antara
Ket. Transisi Energi - Energi Surya Jadi Andalan Ketahanan Nasional

Regulasi yang kuat akan menjadi fondasi penting untuk memastikan program PLTS 100 GWp berjalan secara konsisten ketika memasuki tahap implementasi.

Jakarta – Pemerintah didorong segera memperkuat regulasi pengembangan energi surya 100 gigawatt peak (GWp) agar target tersebut tidak berhenti sebagai komitmen politik, tetapi dapat diwujudkan menjadi program nasional yang berkelanjutan.

Pendiri sekaligus Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan energi surya merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, target tersebut perlu segera diikuti kepastian regulasi, termasuk terkait kelembagaan, pembiayaan, pengadaan, perizinan, jaringan listrik, dan tahapan proyek.

“Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi dari Presiden Prabowo dan kami sepenuhnya mendukungnya. Komitmen politik terhadap target 100 GWp sangat menggembirakan dan tentu dapat dicapai. Langkah selanjutnya adalah memperkuatnya dengan landasan regulasi yang jelas dan kokoh,” kata Dino, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (3/9).

Dino menilai regulasi yang kuat akan menjadi fondasi penting untuk memastikan program PLTS 100 GWp tetap berjalan secara konsisten ketika memasuki tahap implementasi.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan kepastian mengenai pembagian peran antarlembaga, mekanisme pelaksanaan proyek, proses pengadaan, pembiayaan, serta tahapan dan target pembangunan.

“Hal ini mencakup kepastian yang lebih besar mengenai peran kelembagaan, pelaksanaan proyek, proses pengadaan, pembiayaan, serta tahapan dan target implementasi,” ujarnya.

Dino mengatakan program PLTS 100 GWp merupakan tonggak penting dalam menentukan arah masa depan energi Indonesia. Karena itu, kesenjangan antara komitmen politik dan kepastian regulasi perlu segera ditutup.

“Menutup kesenjangan antara komitmen politik dan kepastian regulasi sangat penting untuk mengubah ambisi 100 GWp menjadi implementasi nyata. Kami ingin melihat ambisi energi surya 100 GWp menjadi warisan Presiden Prabowo dalam waktu dekat,” ucapnya.

FPCI juga menilai transparansi selama implementasi perlu diperkuat untuk menjaga akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun sektor swasta. Kepastian tersebut sekaligus penting untuk menciptakan iklim investasi yang mendukung percepatan pembangunan energi surya.

Dimulai dari 14 PLTS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut 14 proyek berkapasitas total 5,3 GWp menjadi bagian dari tahap awal implementasi.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme intervensi bagi proyek yang belum mampu menawarkan harga kompetitif melalui pengembang listrik swasta (Independent Power Producers/IPP), termasuk kemungkinan penugasan kepada Danantara dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan arahan Presiden.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan PLN siap mendukung percepatan program tersebut. Menurut dia, pengembangan energi surya harus dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional secara andal, aman, dan berkelanjutan.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp,” ujar Darmawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
G20 Sepakati Tata Kelola Te...
Nasional
Pemerintah Didorong Perkuat...
Nasional
Mempercepat Menuju “Zero ...
Daerah
Pemkot Bandung Benahi Tata ...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.