Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Jabar Diminta Jangan Takut Rugi, Ini Kunci agar Bisa Naik Kelas

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Jabar Diminta Jangan Takut Rugi, Ini Kunci agar Bisa Naik Kelas Doc: Antara
Ket. Pendampingan sertifikasi halal bagi 1.000 UMKM mikro dan kecil oleh Pemprov Jabar yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Tionghoa Merah Putih (FOKTI) bersama pemangku kepentingan daerah di Kota Bandung, Rabu (2/9).

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghilangkan mentalitas takut mengambil risiko, termasuk takut rugi dan menghadapi penolakan pasar, karena sikap tersebut dapat menghambat usaha untuk berkembang dan menembus pasar internasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menilai ketakutan berlebihan sebelum mencoba menjadi salah satu hambatan internal yang membuat kapasitas bisnis UMKM sulit berkembang.

"Tidak ada alasan pokoknya semua UMKM harus naik kelas, dan itu mulai dari pikiran. Mulai dari pikiran, sesederhana itu. Persoalannya belum apa-apa kita semuanya sudah takut. Takut enggak laku, takut rugi, takut ditolak. Itu yang membuat UMKM sulit naik kelas," ujar Herman dalam keterangannya di Bandung, Kamis (3/9).

Menurut Herman, pelaku UMKM perlu memiliki konsistensi, daya tahan, dan keberanian untuk terus mencoba meski menghadapi kegagalan. Ia menggambarkan pentingnya ketekunan tersebut melalui pepatah Sunda.

"Walaupun batu keras dan air itu hanya setetes, tapi terus-terusan, sudah akan jadi lubang (cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok). Mun keyeng tangtu pareng (kalau ulet pasti tercapai), kata leluhur," katanya.

Herman mengatakan keberhasilan dalam membangun usaha tidak semata-mata ditentukan oleh keunggulan, tetapi juga oleh konsistensi dalam melakukan sesuatu secara berulang.

"Tidak ada yang unggul, yang ada adalah pengulangan. Repetition, diulang-ulang terus," ujarnya.

Untuk memutus hambatan psikologis sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal, Pemprov Jawa Barat turut memfasilitasi pendampingan sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku UMKM mikro dan kecil.

Program tersebut diinisiasi Forum Komunikasi Tionghoa Merah Putih (FOKTI) bersama sejumlah pemangku kepentingan daerah di Kota Bandung pada Rabu (2/9).

Herman mengatakan penguatan mentalitas usaha perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek legalitas dan standar produk agar UMKM semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain mendorong pemenuhan sertifikasi halal, pelaku UMKM juga diimbau aktif membangun ekosistem pergaulan bisnis yang saling mendukung.

Menurut Herman, jaringan usaha yang kuat dapat membantu pelaku UMKM memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi sehingga peluang untuk naik kelas semakin terbuka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...

Pemkot Bandung Segera Percantik Jalan Soekarno Hatta

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Segera Perca...
Olahraga
Kehadiran Influencer di US ...
Advertisement
Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.