Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mempercepat Menuju “Zero Import” Gula Putih

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Mempercepat Menuju “Zero Import” Gula Putih Doc: ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA
Ket. Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP

Pemerintah mendorong optimalisasi lahan, peningkatan teknik budidaya, pembukaan areal baru, serta peningkatan kapasitas pabrik gula agar produksi nasional semakin kuat.

Produksi gula nasional menjadi salah satu fokus pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan produksi gula mencapai 3 juta ton. Ini ditempuh dengan menggenjot produktivitas tebu rakyat, meremajakan perkebunan yang tidak laik, membuka areal baru, serta meningkatkan kapasitas pabrik gula di berbagai daerah.

Untuk mengulik lebih dalam strategi pemerintah mengejar target produksi sekaligus mempercepat swasembada gula, termasuk peremajaan 86 persen tebu rakyat yang dinilai tidak laik dan pengembangan lahan tebu baru di Lampung, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan mewawancarai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.

Bagaimana target pemerintah terhadap produksi gula nasional pada tahun ini?

Pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton tahun ini. Target tersebut merupakan sasaran volume produksi yang ingin dicapai untuk memperkuat pasokan gula dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor gula putih.

Optimis tercapai target tersebut?

Kami optimistis produksi gula nasional terus meningkat. Harapannya, dengan peningkatan produksi tersebut, kebutuhan gula putih dalam negeri dapat dipenuhi dari produksi domestik sehingga kita tidak perlu lagi mengimpor white sugar atau gula putih.

Jika tercapai produksi 3 juta ton, berarti swasembada gula?

Tidak demikian. Angka 3 juta ton merupakan target jumlah produksi. Sedangkan swasembada adalah kondisi ketika produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan gula nasional sehingga tak tergantung pada impor.

Lalu, strategi pemerintah untuk mencapai target dan menuju swasembada gula?

Salah satu langkah utama adalah mengoptimalkan perkebunan tebu rakyat atau plasma yang saat ini banyak berada dalam kondisi tidak optimal. Selain itu, pemerintah mendorong optimalisasi lahan, peningkatan teknik budidaya, pembukaan areal baru, serta peningkatan kapasitas pabrik gula agar produksi nasional semakin kuat.

Seberapa besar kondisi perkebunan tebu rakyat yang perlu segera dibenahi?

Sekitar 86 persen tebu rakyat atau plasma dinilai tidak laik. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan besar karena produktivitas tanaman perlu dikembalikan ke tingkat optimal agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap produksi gula nasional.

20260904000838_antarafoto-konferensi-pers-soal-stok-dan-harga-beras-1749747386.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...

Pemkot Bandung Segera Percantik Jalan Soekarno Hatta

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Segera Perca...
Olahraga
Kehadiran Influencer di US ...
Advertisement
Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.