Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau Doc: antara
Ket. Pahala N. Mansury Managing Director of Global Relations and Governance Danantara - Pengembangan PLTS berkapasitas 100 GWp diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 1.130 triliun rupiah.

Pemerintah perlu menyelaraskan regulasi lintas sektor untuk memberi kepastian hukum, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha.

Jakarta - Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dinilai dapat menjadi salah satu motor transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan penguatan industri energi terbarukan nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan ekonomi hijau menjadi salah satu motor pertumbuhan baru Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6-8 persen sekaligus mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJMN), ekonomi hijau kita tetapkan sebagai pilar utama transformasi menuju visi Indonesia emas 2045,” katanya, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut Rachmat, transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan, termasuk tenaga surya, perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja hijau. Pemerintah juga menargetkan pencapaian nol emisi bersih atau net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Ia menekankan pentingnya regulasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam berinvestasi di sektor ekonomi hijau.

"Jadikan transisi hijau sebagai instrumen efisiensi biaya dan peningkatan nilai tambah melalui teknologi, bukan penambah beban birokrasi," katanya.

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut pengembangan PLTS berkapasitas 100 GWp diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 1.130 triliun rupiah.

"Baru-baru ini kita melihat Bapak Presiden melakukan groundbreaking untuk pendirian 100 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga surya yang diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar Rp1.130 triliun," ujar Managing Director of Global Relations and Governance Danantara Pahala N. Mansury di Jakarta.

Menurut Pahala, besarnya kebutuhan investasi menunjukkan perlunya ekosistem pembiayaan yang kuat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Danantara, kata dia, berupaya menjadi salah satu penggerak investasi dan pembiayaan proyek energi hijau.

Selain pembangkit, pembangunan jaringan listrik atau grid juga menjadi bagian penting karena energi terbarukan memiliki karakteristik intermiten.

"Indonesia tidak hanya membutuhkan pembangkit listrik bertenaga hijau, tetapi juga membutuhkan grid ataupun transmisi yang betul-betul bisa mengakomodir atau bisa mentransmisikan energi berbasis hijau," ujarnya.

Program Strategis

Secara terpisah, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai pembangunan PLTS 100 GWp harus menjadi momentum untuk memperkuat industri energi terbarukan dan menciptakan lapangan kerja hijau.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
27 Aug 2026, 13:53 WIB.

Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu menjadi angin segar bagi peningkatan efisiensi sektor industri di Indonesia, namun seperti yang ditekankan dalam artikel terkait karakteristik intermiten energi surya, investasi pada keandalan infrastruktur transmisi mutlak diprioritaskan agar stabilitas pasokan daya untuk operasional mesin-mesin pabrik tetap terjaga secara optimal tanpa adanya risiko interupsi.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
WHO Ajukan Pendanaan Tambah...

Banjir Bandang Menerjang 22 Desa Aceh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Banjir Bandang Menerjang 22...
Luar Negeri
AS Perpanjang Pembatasan Vi...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.