Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengadilan Prancis Pastikan Achraf Hakimi Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:35 WIB | Oleh:
Pengadilan Prancis Pastikan Achraf Hakimi Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan Doc: Paris Saint-Germain
Ket. Achraf Hakimi.

PARIS – Pengadilan Prancis menguatkan keputusan untuk membawa bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan tim nasional Maroko, Achraf Hakimi, ke persidangan atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang perempuan pada 2023. Kepastian tersebut disampaikan sumber yudisial kepada AFP, Kamis (24/9).

Pengadilan banding sebelumnya telah memutuskan pada 19 Juni, bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia, bahwa Hakimi harus menjalani persidangan di pengadilan pidana terkait dugaan pemerkosaan tersebut. Pesepak bola berusia 27 tahun itu sejak awal secara konsisten membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Hakimi kemudian mengajukan banding ke Court of Cassation, lembaga peradilan tertinggi Prancis untuk perkara perdata dan pidana. Upaya tersebut merupakan jalur hukum terakhir yang tersedia bagi sang pemain.

Pada Februari, Hakimi telah diperintahkan menjalani persidangan di pengadilan pidana di departemen Hauts-de-Seine atas tuduhan pemerkosaan. Ia sempat menentang keputusan awal tersebut dan kemudian membawa perkara itu ke Court of Cassation setelah Pengadilan Banding Versailles menguatkan keputusan pada Juni.

Pengacara Hakimi, Fanny Colin, menegaskan bahwa Court of Cassation belum menilai substansi tuduhan terhadap kliennya.

"Allegasi terhadap Achraf Hakimi, yang sejak hari pertama dibantahnya dengan tegas, belum diperiksa oleh Court of Cassation," kata Colin kepada AFP.

"Hal tersebut akan dilakukan selama persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Achraf Hakimi akan disampaikan secara terbuka," lanjutnya.

Colin juga mengatakan Hakimi, yang menurutnya "tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan", telah bekerja sama sepenuhnya dengan kepolisian dan otoritas kehakiman selama proses penyelidikan. Ia memastikan kliennya akan tetap bersikap kooperatif selama persidangan mendatang.

Di sisi lain, pengacara perempuan yang menjadi pelapor menyambut keputusan tersebut. Rachel-Flore Pardo menilai keputusan untuk membawa perkara ke pengadilan menunjukkan "kekuatan dan ketelitian pertimbangan" Pengadilan Banding.

"Setelah tiga setengah tahun menjalani perjuangan hukum, setelah difitnah dan diseret dalam lumpur oleh pihak pembela Achraf Hakimi, klien saya bertekad mendapatkan keadilan. Dia akan berjuang hingga akhir," ujar Pardo dalam pernyataan yang dikirim kepada AFP.

Kasus tersebut bermula pada Februari 2023, ketika seorang perempuan berusia 24 tahun saat itu melapor kepada polisi di wilayah Val-de-Marne, sebelah tenggara Paris. Ia menuduh Hakimi melakukan pemerkosaan terhadap dirinya.

Menurut sumber kepolisian saat itu, perempuan tersebut mengaku pertama kali bertemu Hakimi melalui Instagram pada Januari 2023. Ia kemudian mendatangi rumah Hakimi menggunakan taksi yang dipesan oleh sang pemain.

Pelapor mengklaim Hakimi menciumnya dan menyentuh tubuhnya tanpa persetujuan sebelum kemudian melakukan pemerkosaan. Ia mengatakan berhasil mendorong Hakimi menjauh dan mengirim pesan kepada seorang temannya, yang kemudian datang menjemputnya.

Beberapa hari setelah laporan tersebut dibuat, Hakimi didakwa atas tuduhan pemerkosaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama...
Megapolitan
Doa Bersama untuk Korban Ke...
Daerah
Pemulihan Psikososial Bantu...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.