Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen Doc: Asian Games 2026
Ket. Ilustrasi bus transportasi Asian Games 2026.

NAGOYA — Penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya di Jepang mendapat sorotan tajam dari sejumlah kontingen. Persoalan akomodasi dan transportasi menjadi keluhan utama, bahkan Thailand menggambarkan situasinya seperti permainan “musical chairs” yang kacau.

Korea Selatan bahkan memberikan penilaian sangat rendah terhadap penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Masalah utama yang dihadapi kontingen adalah keterbatasan kamar untuk sekitar 17.000 peserta. Sejumlah atlet juga mengeluhkan kondisi tempat tinggal yang terlalu sempit.

Persoalan tersebut diperburuk oleh keterlambatan di sejumlah bandara serta antrean panjang untuk menaiki kapal pesiar Costa Serena, yang difungsikan sebagai hotel terapung di Pelabuhan Nagoya.

Layanan transportasi juga menjadi sumber persoalan. Bus yang membawa atlet menuju tempat latihan dan venue pertandingan dilaporkan kerap datang terlambat, bahkan dalam beberapa kasus tidak muncul sama sekali.

Berbeda dari penyelenggaraan Asian Games pada umumnya, panitia Aichi-Nagoya tidak membangun kampung atlet tradisional sebagai bagian dari upaya menekan biaya.

Para peserta ditempatkan di sejumlah hotel, kabin sementara bergaya kontainer, serta kapal pesiar yang bersandar di Nagoya.

Thailand menjadi salah satu kontingen yang paling vokal menyampaikan keluhan.

“Ini tetap menjadi masalah sejak awal hingga sekarang,” kata Chalitrat Chandrubeksa, wakil sekretaris jenderal Komite Olimpiade Nasional Thailand, kepada AFP.

Menurut Chalitrat, jumlah kamar yang disediakan di kapal pesiar dan hotel tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.

“Jumlah kamar yang tersedia di kapal pesiar dan hotel tidak sesuai dengan jumlah atlet kami,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran mengenai sulitnya mencari tempat tidur bagi anggota kontingen Thailand.

“Pada hari dengan kebutuhan tertinggi, kami membutuhkan 201 tempat tidur di kapal pesiar, tetapi yang disediakan hanya 170.”

Situasi menjadi semakin rumit ketika atlet tiba dan mendapati nama mereka tidak tercantum dalam daftar penghuni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.