Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FIFA Asean Cup, Bangladesh Nilai dari Tiga Lawan, Indonesia Paling Berat

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:31 WIB | Oleh:
FIFA Asean Cup, Bangladesh Nilai dari Tiga Lawan, Indonesia Paling Berat Doc: ist
Ket. banyak dipuji

JAKARTA – Dalam gelaran FIFA Asean cup di antara Malaysia, Singapura, dan Indonesia, menurut pelatih Bangladesh Thomas Dooley Indonesia paling berat. Dia mengakui bahwa Timnas Indonesia akan sangat sulit dikalahkan pada FIFA ASEAN Cup 2026 karena kekuatan skuad yang diisi pemain-pemain berkualitas bagus.

"Jadi Indonesia ini adalah tim yang sangat tangguh untuk dikalahkan saat ini bagi siapa pun (pada FIFA ASEAN Cup 2026)," kata Thomas Dooley dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Bangladesh yang hadir sebagai tim undangan pada FIFA ASEAN Cup 2026 akan mengawali perjalanan dengan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9) pukul 16.00 WIB.

Dooley mengatakan bahwa Malysia merupakan lawan yang berat karena berbeda jauh dari aspek ranking dunia dengan selisih hingga 45 peringkat. Demikian juga selisih ranking dengan Singapura hingga 33 peringkat.

Selain Malaysia dan Singapura, Dooely mengakui bahwa lawan yang paling berat adalah Indonesia dengan selisih ranking hingga 63 peringkat.

Pelatih asal Amerika Serikat mengatakan bahwa ia memiliki catatan positif melawan Timnas Indonesia saat membawa Timnas Filipina mengalahkan Indonesia 4-0 sekitar 12 tahun lalu.

Namun, kata dia, Indonesia saat ini memiliki kekuatan yang meningkat signifikan. Bahkan, kata dia, sebagian besar tim di Asia akan mengalami pertandingan yang sangat sulit jika bertemu Indonesia.

"Mereka (Timnas Indonesia) memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan mereka dulu," katanya.

Ia mengakui bahwa anak-anak asuhannya tidak memiliki peluang untuk menang melawan Indonesia. Pihaknya memilih untuk bersikap realistis menghadapi persaingan dalam turnamen yang merupakan agenda resmi FIFA itu.

Dooley memahami bahwa banyak pendukung Timnas Bangladesh yang berpikir bahwa timnya akan datang ke turnamen dan akan mengalahkan siapa saja. "Namun itu sangat sulit dan saya selalu mengatakan kami harus realistis," katanya.

Ia mengakui bahwa timnya adalah underdog dalam turnamen, bahkan semula, timnya tidak diundang untuk berpartisipasi. Oleh sebab itu, pihaknya menyambut gembira bisa berpartisipasi dalam turnamen dan mencoba mewakili sepak bola Bangladesh di Indonesia.

Persaingan melawan tim-tim di Asia Tenggara, kata dia, akan memberikan banyak pelajaran penting bagi timnya untuk menatap persaingan di kompetisi antarnegara di kawasan Asia Selatan atau SAFF.

Dooley memastikan timnya akan berjuang dan mencoba memainkan sepak bola sesuai gaya mereka untuk memetik hasil terbaik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.