Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koloni Bakteri dari Asap Rokok Segera Menyerang Saluran Pernapasan

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 01:03 WIB | Oleh:
Koloni Bakteri dari Asap Rokok Segera Menyerang Saluran Pernapasan Doc: ist
Ket. jaga kesehatan jauhi rokok

JAKARTA – Saluran pernapasan bisa menjadi sasaran utama koloni bakteri yang dihasilkan dari asap rokok. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, mengingatkan bahwa paparan asap rokok memicu kolonisasi bakteri patogen di saluran pernapasan yang berisiko tinggi menyebabkan pneumonia, baik bagi perokok aktif maupun anggota keluarga sebagai perokok pasif.

"Ternyata para perokok itu memiliki kolonisasi bakteri khusus di saluran hidung dan tenggorokan. Ketika sistem imun tubuh menurun, bakteri yang tadinya ada di saluran napas atas dengan mudah turun ke saluran napas bawah dan memicu pneumonia," kata Joyce dalam diskusi kesehatan oleh Pfizer Indonesia di Jakarta, Kamis.

Joyce menjelaskan, infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae yang masuk ke paru-paru dapat memicu peradangan pada kantung udara (alveoli). Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan hingga nanah yang membuat pasien mengalami sesak napas berat dan harus menjalani rawat inap.

Dalam jangka panjang, paparan asap rokok yang berlangsung bertahun-tahun juga akan merusak struktur jaringan paru secara permanen hingga berkembang menjadi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Oleh karena itu, Joyce mengimbau masyarakat yang masih memiliki kebiasaan merokok untuk memiliki kesadaran penuh agar tidak merokok di dalam rumah atau ruangan tertutup.

Menurut dia, asap rokok yang terperangkap di dalam ruangan sangat membahayakan kelompok rentan di rumah, terutama anak-anak, balita, serta orang tua lanjut usia (lansia).

"Kalau Anda seorang perokok, tolong jangan merokok di rumah. Kasihan anak dan istri. Mereka yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif saluran napasnya juga menjadi rentan mengalami infeksi," tegasnya.

Joyce menambahkan, transmisi kuman maupun virus pernapasan bersifat menyebar melalui udara (airborne). Keberadaan polusi asap rokok di ruangan tertutup kian memperburuk barier pertahanan alami saluran napas, sehingga kuman lebih mudah berpindah antar-individu.

Sebagai langkah perlindungan holistik bagi kesehatan pernapasan keluarga, ia menyarankan para perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh anak, menggunakan masker saat mengalami gejala batuk pilek, serta melengkapi vaksinasi dewasa dan anak guna mencegah risiko infeksi paru.

"Menghentikan kebiasaan merokok tentu langkah yang jauh lebih baik. Jika belum bisa, setidaknya jangan pernah memaparkan asapnya kepada orang lain di sekitar kita," tutur Joyce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.