Kerugian Karhutla Rp123 Triliun, RI Didesak Evaluasi Mitigasi
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Bencana mempunyai multiplier effect yang sering tidak terlihat pada hari pertama. Awalnya mungkin kebakaran lahan. Setelah itu muncul masalah kesehatan, aktivitas kerja terganggu, sekolah terganggu, transportasi terganggu dan pada akhirnya kegiatan ekonomi dan daya hidup masyarakat ikut melemah," kata Fakhrul.
Kabut asap dapat meningkatkan gangguan pernapasan dan biaya kesehatan, sementara kualitas udara yang memburuk berpotensi menurunkan produktivitas pekerja serta mengganggu kegiatan sekolah.
Gangguan juga dapat menjalar ke penerbangan, transportasi, distribusi barang, perdagangan lokal, dan aktivitas masyarakat. Di wilayah yang bergantung pada pertanian, kekeringan berkepanjangan dapat memengaruhi ketersediaan air dan produksi pangan, yang pada akhirnya berpotensi menekan pendapatan masyarakat dan harga pangan.
Menurut Fakhrul, pencegahan bencana juga merupakan bagian dari menjaga keberlangsungan ekonomi. Keberhasilan pencegahan sering kali justru tidak terlihat karena kerugian yang seharusnya terjadi berhasil dihindari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!