Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 01:50 WIB | Oleh:
BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya Doc: Dokumentasi BNPB

JAKARTA – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tergolong berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang di wilayah terdampak bahkan tercatat berada di bawah satu kilometer akibat kepulan asap karhutla.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan kondisi terkini wilayah tersebut. Ia menyebut, BNPB mencatat 31 titik api masih ditemukan berdasarkan perkembangan penanganan karhutla pada 1 September 2026.

“Luas terbakar diperkirakan sebesar 511 hektare lebih dan 135 hektare lebih berhasil dipadamkan. Kualitas udara di sana tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah satu kilometer,” ujar dia dalam konferensi pers, Rabu (2/9).

Kondisi tersebut membuat penanganan terus diperkuat melalui Satgas Darat dan Satgas Udara pada sejumlah wilayah prioritas. Berdasarkan pemetaan BNPB, operasi darat dilakukan pada 25 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Selain operasi darat, empat helikopter water bombing dikerahkan untuk memperkuat pemadaman pada kawasan terdampak. Penanganan udara diprioritaskan di Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya berdasarkan kondisi kebakaran.

“Operasi udara dilakukan pada lokasi prioritas berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan tim. Empat helikopter water bombing dikerahkan ke Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya,” kata dia.

Patroli udara juga dilakukan menggunakan dua armada untuk memantau perkembangan titik api dari udara. Dua sorti dilaksanakan dengan total waktu pemantauan mencapai delapan jam 49 menit selama operasi berlangsung.

“Satgas Udara juga bekerja melalui patroli dengan dua unit armada untuk melakukan pemantauan. Dua sorti dilakukan dengan waktu pemantauan sebesar delapan jam 49 menit,” ucap dia.

Empat helikopter water bombing juga telah menjatuhkan sekitar 408 ribu liter air pada kawasan terbakar. Operasi tersebut membantu memadamkan kebakaran pada area seluas sekitar enam hektare di Kalimantan Barat.

Upaya lain dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca menggunakan satu armada untuk membantu penanganan karhutla. Sebanyak 800 kilogram garam disemai selama satu jam 35 menit untuk mengoptimalkan potensi terjadinya hujan.

“Namun demikian, hasil akhir penyemaian ini kurang maksimal karena tidak ada hujan yang terjadi. Kondisi tersebut disebabkan minimnya dan tipisnya bibit-bibit awan yang ada di atmosfer,” ujar dia.

Meski berbagai operasi terus dilakukan, kondisi karhutla di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian BNPB. Penanganan terpadu tetap dilaksanakan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Kondisi asap juga memengaruhi pelaksanaan kegiatan pendidikan pada sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, sementara masyarakat masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Alwi Farhan Memperpanjang N...
Megapolitan
Perubahan APBD DKI 2026 Dis...
Advertisement
Alwi Farhan Memperpanjang Napas, Tundukkan Li Shi Feng, Posisi 1-2

Alwi Farhan Memperpanjang Napas, Tundukkan Li Shi Feng, Posisi 1-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.