Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: OMC Penanganan Karhutla Kalbar Terkendala

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 01:33 WIB | Oleh:
BNPB: OMC Penanganan Karhutla Kalbar Terkendala Doc: Layar YouTube/BNPB

PONTIANAK – Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat belum berhasil menghasilkan hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya bibit awan di atmosfer, sehingga penyemaian garam belum memberikan hasil maksimal.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan perkembangan operasi tersebut. Satu armada dikerahkan untuk menyemai 800 kilogram garam selama satu jam 35 menit di Kalimantan Barat.

“Namun demikian, hasil akhir penyemaian ini kurang maksimal, alias tidak ada hujan yang terjadi. Kondisi tersebut karena memang minimnya dan tipisnya bibit-bibit awan yang ada di atmosfer,” ujar dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/9).

Kegagalan menghasilkan hujan terjadi ketika karhutla masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. BNPB mencatat 31 titik api berdasarkan perkembangan kondisi kebakaran pada 1 September 2026.

“Kemarin, 1 September 2026, luas terbakar diperkirakan sebesar 511 hektare lebih. Luas yang berhasil dipadamkan sampai saat ini sebesar 135 hektare lebih,” kata dia.

Penanganan karhutla terus dilakukan pada sejumlah lokasi prioritas berdasarkan pemetaan kondisi kebakaran di lapangan. Operasi darat mencakup 25 lokasi yang tersebar pada delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Selain operasi darat, Satgas Udara melakukan patroli menggunakan dua armada untuk memantau perkembangan kebakaran. Patroli tersebut dilakukan sebanyak dua sorti dengan total waktu pemantauan mencapai delapan jam 49 menit.

“Satgas Udara juga bekerja melalui patroli dengan dua unit armada untuk melakukan pemantauan. Dua sorti dilakukan dengan waktu pemantauan sebesar delapan jam 49 menit,” ucap dia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Penanganan udara juga diperkuat dengan pengerahan empat helikopter water bombing pada tiga wilayah prioritas. Helikopter tersebut dikerahkan menuju Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya untuk membantu pemadaman.

Empat helikopter tersebut telah menjatuhkan sekitar 408 ribu liter air pada kawasan yang masih terbakar. Operasi water bombing tercatat membantu memadamkan kebakaran pada area seluas sekitar enam hektare.

Berton mengatakan kondisi cuaca dan atmosfer sangat memengaruhi efektivitas operasi modifikasi cuaca dalam penanganan karhutla. Pertumbuhan bibit awan menjadi faktor penting sebelum penyemaian dilakukan untuk mengoptimalkan peluang terjadinya hujan.

Di tengah penanganan tersebut, kualitas udara Kalimantan Barat masih berada pada kategori berbahaya. Jarak pandang di sejumlah wilayah bahkan tercatat kurang dari satu kilometer akibat kondisi asap.

“Kualitas udara di sana tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah satu kilometer. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat,” ujar dia.

Kondisi asap turut berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dari rumah, sementara aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.