Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Dugong Australia Turun Drastis hingga Sisa Setengah

6 Kamis, 03 Sep 2026, 01:08 WIB | Oleh:
Populasi Dugong Australia Turun Drastis hingga Sisa Setengah Populasi Dugong Australia Turun Drastis hingga Sisa Setengah Doc: Istimewa

ISLAMABAD - Para peneliti Australia telah mencatat penurunan sebesar 50 persen pada populasi dugong di salah satu wilayah dengan populasi terpenting secara global, yaitu Teluk Carpentaria di lepas pantai utara Australia, lapor Australian Broadcasting Corporation.

Mamalia laut itu diklasifikasikan sebagai spesies rentan dalam daftar spesies terancam punah yang disusun oleh lembaga konservasi internasional.

Chris Cleguer, seorang peneliti di James Cook University (JCU), mengatakan bahwa survei udara yang dilakukan timnya di teluk tersebut pada 2025 - bekerja sama dengan ilmuwan dari Charles Darwin University (CDU) dan kelompok penjaga lingkungan masyarakat adat - menghasilkan temuan mengejutkan mengenai jumlah hewan tersebut saat ini.

Dia menambahkan bahwa pada 2007, perkiraan populasi dugong di seluruh wilayah teluk mencapai sekitar 10.000 ekor, namun jumlah tersebut turun menjadi 5.000 ekor pada 2025.

Hasil penghitungan langsung mencatat keberadaan 305 ekor dugong di teluk tersebut pada 2025, dibandingkan dengan 471 ekor pada 2007.

Perubahan terbesar, menurut Cleguer, terjadi di perairan Queensland; tercatat ada 63 ekor dugong pada 2025, dibandingkan dengan 231 ekor pada 2007.

Dia menambahkan bahwa jeda waktu yang cukup lama, yakni 18 tahun, antara kedua survei tersebut menyulitkan upaya menentukan tren atau penyebab perubahan jumlah populasi tersebut.

"Analisis masih terus dilakukan; kami masih perlu menambahkan lebih banyak data ke dalam analisis kami, namun angka-angka ini mengkhawatirkan," katanya.

Para peneliti memperingatkan bahwa pemulihan populasi dugong mungkin akan sangat sulit dicapai.

"Hal ini sungguh mengkhawatirkan. Mereka adalah hewan yang berumur panjang serta lambat dalam berkembang biak dan mencapai kematangan seksual, jadi, untuk memulihkan perubahan atau penurunan populasi ini, dibutuhkan waktu bertahun-tahun," kata Rachel Groom, ilmuwan kelautan dari CDU.

Meskipun para ilmuwan belum dapat memastikan penyebab perubahan jumlah populasi tersebut, mereka juga mencatat adanya penurunan drastis pada padang lamun - sumber makanan utama dugong - dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka menduga bahwa praktik penangkapan ikan komersial menggunakan jaring insang turut mengurangi jumlah populasi dugong.

Pemerintah Queensland dan Northern Territory telah menghentikan praktik penangkapan ikan dengan jaring insang di beberapa bagian teluk, dan pihak Northern Territory telah menjanjikan pemberlakuan larangan total terhadap metode tersebut pada akhir tahun depan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.