Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen P2MI: Bonus Demografi RI Jadi Peluang Pekerja Migran Indonesia

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Wamen P2MI: Bonus Demografi RI Jadi Peluang Pekerja Migran Indonesia Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani (kanan)

JAKARTA – Bonus demografi Indonesia dinilai menjadi peluang untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara. Hal tersebut terjadi di tengah fenomena global aging population atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, Rabu (2/9) di Jakarta. “Banyak sekali negara-negara di luar negeri mengalami fenomena aging population,” ujar dia.

Christina mencontohkan Korea Selatan yang memiliki tingkat kesuburan atau total fertility rate sebesar 0,8. Padahal, menurut dia, suatu negara membutuhkan tingkat kesuburan sekitar 2,1 untuk menjaga keberlanjutan jumlah penduduknya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah negara menghadapi keterbatasan tenaga kerja produktif. Kekurangan itu kemudian membuka peluang bagi pekerja migran dari negara yang memiliki sumber tenaga kerja cukup besar, termasuk Indonesia.

"Fenomena aging population ini tentunya menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi potensi-potensi peluang-peluang kerja di luar negeri,” ujar dia. “Ini karena kebutuhan akan tenaga kerja yang tidak sanggup disuplai oleh negara itu sendiri.”

Menurut Wamen, peluang kerja tersebut tersedia di berbagai sektor. Misalnya kesehatan, manufaktur, hospitality, kelistrikan, serta jasa perkapalan.

Christina mencontohkan negara-negara Eropa Timur seperti Bulgaria dan Slovakia yang mengalami fenomena aging population. “Mereka yang termasuk usia produktif di sana justru memilih untuk bekerja di negara-negara Eropa Barat,” kata dia.

Menurut data Kementerian P2MI per 30 Agustus 2026, terdapat 289.938 lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi. Peluang tersebut tersebar di berbagai negara dan sektor pekerjaan.

Untuk memanfaatkannya, Kementerian P2MI menyiapkan program SMK Go Global. Program ini diarahkan untuk membekali calon pekerja migran dengan kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
  Leo/Daniel tampil Kesetanan Ubah Kedudukan, Indonesia-Tiongkok 2-2

Leo/Daniel tampil Kesetanan Ubah Kedudukan, Indonesia-Tiongkok 2-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.