Janeng Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, KWT Luthu Lamweu Ubah Jadi Produk Bernilai
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Pendamping KWT Sejahtera Gampong Luthu Lamweu, Satria Jaya mengatakan pengolahan pangan lokal berbahan janeng telah dilakukan sejak Juli hingga September 2026 melalui pendampingan terhadap kelompok.
Dalam kegiatan tersebut, KWT Sejahtera mendapat bantuan mesin cincang dan mesin tekan (press) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna mempercepat proses pengolahan janeng.
“Dengan adanya mesin ini, mereka bisa berproduksi dalam waktu yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan kelompok dalam memproses buah janeng bisa diringkas secara signifikan,” kata Satria.
Ia menjelaskan, pengolahan janeng harus dilakukan secara tepat karena tanaman tersebut mengandung senyawa yang berbahaya jika tidak dihilangkan melalui proses pengolahan yang benar.
“Pengolahan janeng memang harus dilakukan dengan benar, karena ada kandungan sianida yang harus dihilangkan melalui tahapan pengolahan tertentu sebelum dapat dikonsumsi,” jelasnya.
Selain dodol dan kolak, KWT Sejahtera juga mengembangkan mi berbahan tepung janeng yang dicampur dengan tepung terigu dan tapioka. Produk tersebut mulai dipasarkan dan telah menghasilkan omzet penjualan sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!