Beasiswa Papua Tengah Diburu 89 Calon Dokter OAP, Ini Tujuannya
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 00:09 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNABIRE - Dinas Kesehatan Papua Tengah mencatat 89 calon dokter Orang Asli Papua (OAP) telah mendaftar pada program beasiswa pendidikan dokter umum yang disiapkan pemerintah provinsi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus di Nabire, Kamis, mengatakan pemerintah provinsi tahun ini menyiapkan kuota beasiswa bagi 20 calon dokter umum.
“Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme calon dokter OAP mengikuti program afirmasi pendidikan yang disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah,” katanya.
Ia mengatakan, seluruh pendaftar beasiswa dokter umum merupakan OAP dan saat ini masih menjalani proses seleksi serta verifikasi sebelum penerima beasiswa ditetapkan.
Menurutnya, penerima beasiswa tidak ditetapkan hanya berdasarkan minat, tetapi melalui tahapan pendaftaran, seleksi, dan verifikasi persyaratan. Peserta yang memenuhi ketentuan selanjutnya dapat memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan.
Pembiayaan pendidikan dapat bersumber dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Selain itu, terdapat peluang dukungan dari pemerintah pusat melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atau Kementerian Kesehatan serta tanggung jawab sosial perusahaan.
“Dinkes Papua Tengah menangani proses rekrutmen dan verifikasi calon penerima, sedangkan pengelolaan anggaran beasiswa dilakukan melalui satu pintu sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Penerima beasiswa diharapkan menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga manfaat investasi pendidikan tersebut dapat segera dirasakan keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Ia mengatakan program afirmasi pendidikan diarahkan untuk meningkatkan keberdayaan sumber daya manusia (SDM) OAP sehingga mampu mengisi kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah.
Ia menjelaskan kebutuhan dokter di Papua Tengah masih cukup besar. Dari sekitar 150 puskesmas, baru sekitar 55 persen yang telah memiliki dokter umum, sedangkan 45 persen lainnya belum memiliki dokter umum.
Kekurangan juga terjadi pada dokter gigi. Sekitar 85 persen puskesmas di Papua Tengah belum memiliki dokter gigi sehingga ketersediaan SDM menjadi salah satu kebutuhan utama pembangunan kesehatan.
Selain pendidikan dokter umum, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan 10 kuota beasiswa pendidikan dokter spesialis. Namun baru dua dokter yang mendaftar untuk program tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Tengah Kristianus Tebai mengatakan program beasiswa dokter spesialis memiliki 18 kriteria kelayakan yang harus dipenuhi calon penerima.
Salah satu persyaratan ialah pemerintah kabupaten menyiapkan tenaga pengganti selama dokter penerima beasiswa menjalani pendidikan spesialis. Dokter juga harus memperoleh izin dari Badan Kepegawaian Daerah kabupaten.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!