Janeng Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, KWT Luthu Lamweu Ubah Jadi Produk Bernilai
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDA ACEH – Dari tanaman yang selama ini tumbuh di sekitar lingkungan warga, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, melihat peluang yang tak biasa.
Janeng, pangan lokal yang membutuhkan pengolahan khusus sebelum aman dikonsumsi, perlahan diubah menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan sentuhan kreativitas, janeng tak lagi sekadar bahan pangan alternatif. Umbi tersebut diolah menjadi tepung, dodol hingga mi yang mulai dipasarkan.
Bagi para perempuan KWT Sejahtera, langkah ini bukan hanya soal menciptakan pangan beragam, tetapi juga bagaimana bahan yang tersedia di sekitar desa bisa naik kelas menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Di balik inovasi itu, tersimpan cerita tentang kemandirian pangan yang tumbuh dari desa. Dukungan berupa mesin pencincang dan mesin press dari Badan Pangan Nasional turut membantu mempercepat proses produksi, membuka peluang bagi janeng untuk berkembang dari pangan lokal menjadi produk unggulan Gampong Luthu Lamweu.
“Pengolahan pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan program pemerintah,” kata Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi di Lambaro, Aceh, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan produk lokal janeng yang diolah menjadi berbagai produk seperti dodol, mi dan tepung merupakan inovasi yang sangat baik dan berpotensi untuk terus dikembangkan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia mengatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) melalui Rumah Pangan B2SA Tahun 2026.
“Sosialisasi B2SA juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber pangan keluarga,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi gampong-gampong lain di Kecamatan Sukamakmur dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia.
“Pemerintah bersama masyarakat dapat mendukung pengembangan ini melalui fasilitasi, pembinaan, penganggaran, serta pengembangan produk, termasuk dari sisi kemasan dan perizinan,” katanya.
Kechik/Kepala Desa Gampong Luthu Lamweu, Jafaruddin, mengatakan pemerintah gampong mendukung penuh kegiatan KWT Sejahtera dalam mengembangkan janeng menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap produksi olahan janeng ini terus berkembang sehingga dapat menjadi salah satu produk unggulan gampong,” kata Jafaruddin.
Menurutnya, pengembangan janeng tidak hanya dapat memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!